Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Antonius Benny Susetyo: Pemilih Cerdas Mengedepankan Roso dan Nilai-nilai Pancasila di Era Digital Menuju Pemilu 2024

📅 Selasa, 19 Sep 2023, 01:34 WIB | Oleh:
Antonius Benny Susetyo: Pemilih Cerdas Mengedepankan Roso dan Nilai-nilai Pancasila di Era Digital Menuju Pemilu 2024 Doc: Istimewa
Ket. Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Antonius Benny Susetyo (kiri) pada kuliah umum yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Pastoral Keuskupan Agung Kupang, di Kupang, NTT, Senin (18/9).

KUPANG - Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo menekankan sudah seharusnya Pancasila menjadi moral publik bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya dalam menghadapi pesta demokrasi di tahun 2024. Hal ini dilakukan dalam upaya menjaga nilai-nilai demokrasi Pancasila agar senantiasa lestari tidak hanya sekadar slogan saja, namun benar-benar terlaksana dengan baik dan benar.

Demikian dinyatakan Benny dalam kegiatan kuliah umum Pancasila dan pemilih cerdas yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Pastoral Keuskupan Agung Kupang, di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (18/9).

Menurut siaran persnya, dalam kuliah umum ini Benny menyatakan Pancasila sebagai dasar negara merupakan konsensus bangsa sebagai pedoman hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dan karenanya implementasi Pancasila dalam setiap aspek bermasyarakat menjadi penting karena Pancasila merupakan ideologi dasar negara Indonesia dan memiliki peran penting dalam membentuk sikap dan perilaku bangsa Indonesia.

Dalam menghadapi pemilu di era digital ini, tambah Benny, implementasi Pancasila dapat menjadi pedoman bagi para pemilih dalam menghadapi fenomena-fenomena menjelang pemilu yang terjadi dalam masyarakat.

Benny mengingatkan fenomena pemecah belah bangsa seperti narasi bernuansa kekerasan, politik idetitas serta berita bohong yang memenuhi ruang ruang publik dalam masyarakat itu hendaknya dapat dihadapi melalui implementasi Pancasila dalam gerakan sosial politik yang merekatkan bangsa khususnya dalam menghadapi Pemilu 2024.

Lebih lanjut Benny menyatakan pemilihan umum adalah salah satu momen penting dalam kehidupan berdemokrasi sebuah negara. Pada tahun 2024, Indonesia akan menghadapi pemilihan umum yang sangat signifikan dalam era digital yang terus berkembang.

Dalam situasi seperti ini, tambah dia, diperlukan pemilih cerdas yang mengedepankan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam memilih pemimpin. Dalam era digital telah terjadi perubahan besar dalam cara berinteraksi, mengakses informasi, dan berpartisipasi dalam proses politik.

Internet, media sosial, dan teknologi informasi telah memberikan kemampuan kepada individu untuk mendapatkan akses lebih cepat dan lebih luas terhadap berbagai sumber informasi politik. Namun, dengan semua keuntungan ini juga datang tantangan serius, seperti disinformasi, hoaks, dan polarisasi politik yang semakin memburuk.

Karena hal tersebut, tegas Benny, pemilih di Indonesia diharapkan dapat menjadi cerdas dalam mengelola informasi yang mereka terima melalui platform digital. Mereka harus memahami risiko dari disinformasi dan hoaks serta mampu memilah informasi yang benar dan akurat.

Dikatakan, para pemilih juga perlu benar-benar menyadari pemilu tidak semata-mata proses berdemokrasi, pemilu adalah saat yang paling tepat untuk menyatakan demokrasi Pancasila yang mengedepankan rasa ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan merupakan hal yang penting yang menjadi pijakan moral dan etis bagi masyarakat Indonesia yang digali dari budaya dan nilai luhur bangsa dan telah terbukti sejak masa lampau.

Staf khusus dari lembaga yang dipimpin oleh Yudian Wahyudi ini lebih lanjut menyatakan hendakya para pemilih dapat memahami dan menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dalam pengambilan keputusan politik yang mereka ambil serta menyadari pentingnya ketuhanan, persatuan, keadilan sosial, dan kerakyatan yang dijalankan melalui hikmat kebijaksanaan dan perwakilan.

Menjelang kontestasi demokrasi ini, tambah Benny, diharapkan sebagai pemilih cerdas, masyarakat senatiasa ingat untuk memilih pemimpin yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila, para pemilih perlu memahami calon pemimpin dan program politik mereka.

Doktor komunikasi politik ini menegaskan dalam memilih pemimpin hendaknya masyarakat bukan hanya melihat mereka di permukaan saja namun juga melihat bagaimana visi dan misi mereka sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.

Bagaimana calon tersebut berkomitmen untuk memajukan ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, keadilan sosial, dan kerakyatan? Selain itu, pemilih cerdas juga harus memahami rekam jejak dan integritas calon. Apakah mereka memiliki catatan yang bersih dalam menjalankan tanggung jawab publik?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.