Antisipasi Karhutla, PTPN IV PalmCo Gandeng TNI-Polri Operasikan Teknologi Deteksi Titik Panas Berbasis AI
📅 Minggu, 15 Feb 2026, 18:18 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: PTPN IV
JAKARTA - Mengantisipasi eskalasi ancaman bencana tahunan, khususnya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di awal tahun 2026, Subholding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo memperkuat strategi mitigasi nasional melalui kolaborasi lintas sektoral. Langkah ini diwujudkan dengan menggandeng TNI dan Polri dalam serangkaian latihan terpadu dan simulasi tanggap darurat di seluruh unit kerja.
Sinergi ini dinilai krusial mengingat kompleksitas penanganan bencana di Indonesia yang menuntut kecepatan respons dan ketepatan koordinasi. Sebagai entitas BUMN yang mengelola aset perkebunan nasional, PTPN IV PalmCo menempatkan mitigasi bencana sebagai prioritas utama dalam menjaga stabilitas lingkungan dan operasional perusahaan.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, di Jakarta, pada hari Sabtu (14/2) menegaskan bahwa strategi perusahaan dalam menghadapi potensi bencana kini bertumpu pada pencegahan agresif (aggressive prevention) dan digitalisasi pemantauan.
“Kami ingin memastikan bahwa Karhutla bisa dicegah sebelum meluas. Dengan pemantauan berbasis teknologi dan kesiapsiagaan tim di lapangan, kami berharap tidak ada lagi kejadian besar yang merugikan masyarakat maupun lingkungan,” ujarnya melalui siaran pers pada hari Minggu (15/2).
Integrasi Teknologi Digital
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam skema mitigasi nasional ini, Jatmiko mengungkapkan bahwa perusahaan telah mengaktifkan sistem pemantauan digital terintegrasi, yang disebutnya sebagai Artificial Intelligence Fire Monitoring Integrated Ground Checking Nusantara (ARFINA). Teknologi ini memungkinkan deteksi titik panas (hotspot) secara real-time dan presisi.
“Sistem monitoring digital seperti ARFINA itu terus kami optimalkan untuk mendeteksi dini titik-titik panas di wilayah kerja perusahaan. Kami meyakini investasi pada sistem pencegahan lebih efektif daripada hanya mengandalkan penanganan ketika api sudah membesar,” jelasnya.
Selain teknologi, kesiapan infrastruktur fisik turut diperkuat. Hal ini kata Jatmiko untuk memastikan ketersediaan embung dan kolam penampungan air di berbagai titik vital sebagai cadangan logistik pemadaman darurat.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Dengan sistem dan sumber daya yang kami miliki, kami ingin menunjukkan bahwa PTPN bisa menjadi pelopor dalam perlindungan lingkungan,” tambah Jatmiko.
Sinergi Keroyok Api di Lapangan
PTPN IV PalmCo melalui salah satu Regionalnya yang beroperasional di Riau bersama Korem 031/Wira Bima dan Kodim 0302/Inhu menggelar Apel Kesiapsiagaan dan Simulasi Penanggulangan Bencana di Kebun Air Molek, Riau beberapa waktu lalu.
Kasi Ops Korem 031/WB, Letkol Inf Teguh, yang hadir meninjau langsung kesiapan pasukan, menekankan bahwa kunci keberhasilan penanganan bencana terletak pada soliditas tim gabungan di lapangan.
“Penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Diperlukan kesiapsiagaan bersama, komunikasi yang cepat, serta koordinasi yang solid antarinstansi. Latihan ini kami desain untuk memastikan seluruh unsur siap bergerak secara terpadu di lapangan,” kata Letkol Inf Teguh.
Dalam kesempatan tersebut, Teguh memberikan apresiasi khusus terhadap dukungan konkret PTPN IV PalmCo. Ia menilai pengerahan kemampuan perusahaan mulai dari personel terlatih, peralatan pemadam yang memadai, hingga sistem digital ARFINA menjadi aset vital yang selama ini menjadi andalan wilayah tersebut untuk meminimalisir dampak bencana, terutama Karhutla.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!