Antikorupsi Harus Diimplementasi Sejak Dini
📅 Kamis, 19 Sep 2024, 01:30 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: Tiyo Surya Sakti
JAKARTA - Dengan program pendidikan antikorupsi yang dikenalkan ke sekolah-sekolah, bukan saja agar para siswa mengenalnya sejak dini, namun mereka juga mesti mampu mengimplementasikan antikorupsi sejak ini.
"Semogra program edukasi antikorupsi kepada para pelajar, mereka bisa mengimplementasikan antikorupsi sejak dini di dalam kehidupan," tandas Pelaksana Tugas Kepala Suku Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Jakarta Selatan, Nuruning Septarida.
Dia mengatakan ini saat menjadi narasumber dalam program edukasi mengenai Pendidikan Antikorupsi, di SMKN 62, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (18/9). Kegiatan diikuti puluhan siswa SMKN 62 Jakarta.
Kegiatan ini dilaksanakan Inspektorat Provinsi Jakarta. Selain Nuruning, narasumber lain adalah Auditor Inspektur Pembantu Jakarta Selatan, Binsar L Simanjuntak. Menurut Binsar, kegiatan yang merupakan program "ASN Mengajar Antikorupsi" tersebut bertujuan memberikan pemahaman sejak dini kepada pelajar.
Menurut Binsar, kegiatan edukasi antikorupsi tidak hanya diberikan kepada pawa murid SLA, tetapi juga untuk tingkat SMP dan SD. Harapannya, dengan edukasi seperti ini mereka menjadi mengenal dan menjalankan budaya antikorupsi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Secara konkret Binsar menyebut, sebenarnya mencontek adalah korupsi yang dilakukan peserta didik. Maka, kita tanamkan pemahaman antikorupsi sejak dini, agar mereka tidak terbiasa membawa tindakan buruk seperti itu di dalam kehidupan nyata.
Sementara itu, Nuruning berharap program pendidikan antikorupsi bisa membawa peserta didik menerapkannya dalam kehidupan di sekolah, rumah, dan lingkungan. "Mereka harus bisa mengimplementasikan hidup antikorupsi sejak dini di dalam kehidupan," tandasnya.
Menurut Nuruning, kegiatan seperti ini sangat baik. Dia sebagai ASN harus bisa menanamkan sejak dini budaya antikorupsi di tengah masyarakat. Dalam konteks ini secara khusus pelajar. Harapannya, agar nantinya saat mereka memasuki dunia kerja terhindar dari sikap korup.
Sebaiknya Anda baca juga:
Nuruning menuturkan, edukasi antikorupsi juga diharapkan dapat membangun budaya berintegritas. Antikorupsi menjadi sebuah gerakan sejak usia sekolah, agar nantinya generasi emas Indonesia 2045 dapat digapai dengan mudah.
"Semoga nantinya mereka, generasi emas ini, akan menjadi contoh untuk masyarakat dalam menerapkan nilai-nilai antikorupsi," tambahnya. Kepala SMKN 62 Jakarta, Maslikhatien, mengapresiasi kegiatan edukasi antikorupsi di sekolahnya.
Menurutnya, kegiatan diikuti 40 peserta didik kelas X dan XI. Maslikhatien pun mengucapkan terima kasih karena pemerintah sudah mengedukasi antikorupsi sejak dini di kalangan pelajar.
"Harapannya kegiatan ini bisa rutin diadakan baik setiap tahun atau semester," katanya.
Pelatihan
Sementara itu, kalau Pemkot Jaksel mengadakan pelatihan antikorupsi di sekolah, maka Pemkot Jakarta Timur menggelar pelatihan wirausaha. Wali Kota Jakarta Timur, M Anwar, membuka pelatihan usaha ekonomi produktif bagi keluarga kurang mampu, di Ruang Serbaguna Blok A, Kantor Walikota Jakarta Timur, Rabu (18/9).
Pelatihan diberikan Suku Dinas Sosial Jakarta Timur untuk masyarakat kurang mampu yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Tujuannya, untuk meningkatkan ekonomi dengan berwirausaha. Pelatihan juga diberikan untuk warga disabilitas agar mereka juga mendapatkan manfaat tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!