Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bupati Jember: SPPG Jangan Kurangi Nilai Anggaran Menu MBG, Integritas Jadi Kunci Keberlanjutan Program

📅 Selasa, 03 Mar 2026, 18:53 WIB | Oleh:
Bupati Jember: SPPG Jangan Kurangi Nilai Anggaran Menu MBG, Integritas Jadi Kunci Keberlanjutan Program Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Jember
Ket. Bupati Jember Muhammad Fawait memimpin rapat koordinasi secara daring yang dihadiri Satgas MBG dan SPPG di Pendapa Wahyawibawagraha Jember, Senin (2/3) malam.

JEMBER, JAWA TIMUR - Bupati Jember Muhammad Fawait mengingatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk tidak mengurangi anggaran menu dalam Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yakni 10 ribu rupiah untuk porsi besar dan 8 ribu rupiah untuk porsi kecil.

"Saya mengingatkan agar tidak ada pengurangan anggaran menu yang telah ditetapkan," katanya dalam keterangan yang diterima di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (3/3).

Meski tengah berada di Tanah Suci Makkah untuk dalam menjalankan ibadah umrah, Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu tetap memimpin arah kebijakan daerah dengan menghadiri rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) MBG bersama SPPG se-Kabupaten Jember secara daring pada Senin (2/3) malam.

"Alokasi 10 ribu rupiah untuk siswa SMP maupun 8 ribu rupiah untuk jenjang lainnya adalah hak penerima manfaat yang tidak boleh dikurangi sedikit pun. Integritas menjadi kunci keberlanjutan program dan saya tidak ingin ada dapur yang harus disuspensi karena kelalaian atau pelanggaran," tuturnya.

Pemkab Jember juga mengingatkan bahwa besarnya manfaat program harus diimbangi dengan tata kelola yang baik dan pihaknya menyoroti masih adanya SPPG yang belum melengkapi perizinan seperti Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan persyaratan teknis lainnya, sehingga diminta agar seluruh pengelola dapur segera mengurus kelengkapan tersebut demi menjamin keamanan dan kelayakan layanan.

"Pentingnya transparansi dan pengawasan. Ke depan Pemkab Jember akan memperkuat koordinasi melalui forum rutin bulanan antara Satgas, SPPG, Korwil, Korcam, Camat, serta pihak puskesmas," katanya.

Selain itu, sistem pelaporan harian menu akan diberlakukan, baik dari pihak dapur maupun sekolah penerima, sebagai bentuk pengawasan silang. CCTV di setiap dapur direncanakan terintegrasi dengan sistem pemantauan pemerintah daerah untuk memastikan standar pelayanan tetap terjaga.

Ia menjelaskan program MBG bukan sekadar agenda penyediaan makanan bagi peserta didik, namun program itu sebagai pondasi strategis dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045, karena kekuatan bangsa tidak hanya dibangun melalui infrastruktur fisik, melainkan melalui kualitas sumber daya manusia sejak dini.

"Generasi yang sehat, cerdas, dan bergizi baik akan menjadi penopang kemandirian bangsa di masa depan. Pembangunan kualitas anak-anak hari ini adalah bagian dari strategi jangka panjang yang menentukan posisi Indonesia dalam percaturan global," katanya.

Di sisi lain, Gus Fawait melihat MBG sebagai program yang membawa dampak ekonomi luar biasa bagi daerah, karena dengan estimasi sekitar 270 dapur SPPG yang akan beroperasi di Kabupaten Jember, maka pihaknya memperkirakan potensi pembukaan lapangan kerja dapat mencapai kurang lebih 15 ribu orang.

"Angka tersebut belum termasuk efek berganda yang muncul dari rantai pasok bahan pangan, mulai dari petani, pelaku UMKM, hingga sektor distribusi," ujarnya.

Menurut dia, kehadiran dapur-dapur SPPG akan mendorong perputaran ekonomi di tingkat lokal. Produk petani dibeli dengan harga yang lebih layak, UMKM tumbuh karena permintaan meningkat, dan kebutuhan tenaga kerja bertambah. Rantai ekonomi yang bergerak itu pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat dan penurunan angka kemiskinan.

Gus Fawait juga memaparkan bahwa estimasi perputaran dana MBG di Kabupaten Jember dapat mencapai kurang lebih 4 triliun rupiah dan angka itu hampir setara dengan APBD Jember tahun 2026 yang berada di kisaran 4,3 triliun rupiah.

"Tambahan perputaran dana tersebut akan menjadi pendorong kuat bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Pengeluaran pemerintah, baik dari APBD maupun dukungan program nasional, menjadi motor penting dalam menggerakkan sektor riil," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Inggris Hadapi Ancaman Rese...
Nasional
RI Butuh Lebih Banyak Wirau...

Anugerah Jurnalistik KWP 2026

10 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Anugerah Jurnalistik KWP 2026

Perwakilan ICRC Temui Aung San Suu Kyi

15 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Perwakilan ICRC Temui Aung ...
Olahraga
Kabar Gembira, Reno Salampe...
Luar Negeri
Tiongkok Waspadai Risiko Ke...
Luar Negeri
Kebakaran Gudang Limbah Anc...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.