Alcaraz Siap Hadapi Tantangan Berat di Qatar Open
📅 Selasa, 17 Feb 2026, 07:30 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
DOHA – Petenis nomor satu dunia, Carlos Alcaraz, menegaskan dirinya masih memiliki sejumlah kelemahan dalam permainan meski telah menjuarai keempat turnamen Grand Slam pada usia 22 tahun. Ia akan kembali bertanding pekan ini di Qatar Open setelah jeda kompetisi cukup panjang.
Petenis Spanyol itu baru saja menorehkan sejarah dengan menjadi pria termuda yang melengkapi Career Grand Slam, usai menaklukkan Novak Djokovic dalam final Australian Open bulan ini dengan skor 2-6, 6-2, 6-3, 7-5. Gelar tersebut menjadi tonggak terbaru dalam laju karier yang melesat cepat di level elite tenis dunia.
Namun alih-alih terlena, Alcaraz justru menyoroti sisi permainan yang menurutnya masih perlu diasah. Menjelang turnamen di Doha, yang juga diikuti rival utamanya, Jannik Sinner, ia menegaskan fokus utamanya adalah peningkatan performa, bukan sekadar mempertahankan status.
“Jelas saya melihat bahwa sejauh ini saya sudah meraih banyak kesuksesan, memenangkan turnamen terbesar di dunia,” ujar Alcaraz.
“Tapi saya melihat diri saya masih punya kelemahan. Banyak pemain yang saya tahu sedang mencoba mengejar saya dengan mempelajari permainan saya, bagaimana saya bermain, dan berusaha mengalahkan serta menantang saya.”
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, sebagai pemain peringkat satu dunia, tantangan terbesar bukan hanya mempertahankan level, tetapi juga mengantisipasi perkembangan lawan.
“Saya harus siap untuk itu dan melihat di mana level saya sebenarnya. Saya harus mencoba menempatkan diri di pikiran mereka dan memikirkan apa yang bisa mereka lakukan saat melawan saya,” lanjutnya.
“Itulah yang saya maksud ketika mengatakan saya harus memperbaiki beberapa hal. Anda tidak boleh tertinggal dalam level permainan, Anda harus terus meningkat.”
Sebaiknya Anda baca juga:
Di Doha, Alcaraz akan mengawali turnamen menghadapi Arthur Rinderknech, lawan yang selalu ia kalahkan dalam empat pertemuan sebelumnya. Meski demikian, unggulan teratas itu menolak meremehkan siapa pun.
“Saya tahu betapa sulitnya setiap pertandingan,” tegasnya. “Setiap laga berbeda, gaya bermain kami juga berbeda. Undian kali ini sangat berat untuk ukuran turnamen ATP 500.”
Dengan mentalitas haus perbaikan dan kesadaran bahwa para rival terus mempelajari celah dalam permainannya, Alcaraz datang ke Doha bukan sekadar sebagai juara bertahan reputasi, tetapi sebagai pemain yang masih ingin berkembang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!