Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AI dan Satelit Bantu Tim Tanggap Bencana Deteksi Kerusakan Akibat Gempa Myanmar

📅 Selasa, 01 Apr 2025, 16:03 WIB | Oleh:
AI dan Satelit Bantu Tim Tanggap Bencana Deteksi Kerusakan Akibat Gempa Myanmar Doc: Xinhua via AP
Ket. Tim penyelamat Tiongkok melihat bangunan yang runtuh sebelum melakukan pencarian korban gempa di Mandalay, Myanmar, Minggu (30/3).

JAKARTA - Tepat setelah matahari terbit pada hari Sabtu (29/3), sebuah satelit mengarahkan kamera jarak jauhnya ke kota Mandalay di Myanmar, tak jauh dari episentrum gempa bumi berkekuatan 7,7 yang menghancurkan kota terbesar kedua di negara Asia Tenggara itu pada hari Jumat (28/3).

Misinya adalah untuk menangkap gambar yang, dikombinasikan dengan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dapat membantu organisasi-organisasi pemberi bantuan untuk menilai dengan cepat berapa banyak bangunan yang runtuh atau rusak parah dan ke mana bantuan diarahkan untuk yang paling membutuhkan.

Pada awalnya, pendekatan visi komputer berteknologi tinggi tidak berhasil.

"Tantangan terbesar dalam kasus ini adalah awan," kata kepala ilmuwan data Microsoft, Juan Lavista Ferres seperti dikutip Associatied Press. "Tidak ada cara untuk melihat menembus awan dengan teknologi ini."

Awan akhirnya bergerak dan butuh beberapa jam lagi bagi satelit lain dari Planet Labs yang berpusat di San Francisco untuk mengambil gambar udara dan mengirimkannya ke AI for Good Lab milik Microsoft.

Saat itu sudah sekitar pukul 11 ??malam hari Jumat di kantor pusat Microsoft di Redmond, Washington. Sekelompok pekerja Microsoft sudah siap dan menunggu data.

Lab AI for Good telah melakukan penilaian kerusakan dengan bantuan AI semacam ini sebelumnya, melacak banjir besar di Libya pada tahun 2023 atau kebakaran hutan tahun ini di Los Angeles. Namun, alih-alih mengandalkan model visi komputer AI standar yang dapat menjalankan data visual, mereka harus membuat versi khusus yang khusus untuk Mandalay.

“Bumi terlalu berbeda, bencana alamnya terlalu berbeda, dan citra yang kita dapatkan dari satelit terlalu berbeda untuk dapat digunakan dalam setiap situasi,” kata Lavista Ferres.

Misalnya, kata dia, meskipun kebakaran menyebar dengan cara yang cukup dapat diprediksi, “gempa bumi mengguncang seluruh kota” dan akan lebih sulit untuk mengetahui segera setelah gempa bumi terjadi di mana bantuan dibutuhkan.

Setelah analisis AI selesai, terlihat 515 bangunan di Mandalay mengalami kerusakan 80% hingga 100% dan 1.524 bangunan lainnya mengalami kerusakan antara 20% hingga 80%. Hal itu menunjukkan besarnya dampak bencana. Tetapi, yang tak kalah penting, hal itu membantu menentukan lokasi kerusakan secara spesifik.

“Ini adalah informasi penting bagi tim di lapangan,” kata Lavista Ferres.

Microsoft memperingatkan hal itu “harus berfungsi sebagai panduan awal dan akan memerlukan verifikasi di lapangan untuk pemahaman yang lengkap.”

Namun sementara ini, perusahaan teknologi tersebut telah membagikan analisisnya dengan kelompok bantuan seperti Palang Merah.

Planet Labs mengatakan satelitnya yang berjumlah 15 mengorbit Bumi, kini telah memotret sekitar selusin lokasi di Myanmar dan Thailand sejak gempa hari Jumat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.