4 Tips Melawan Kecemasan atau Anxiety Ala Psikolog
📅 Rabu, 18 Jan 2023, 11:09 WIB | Oleh: SulianaKecemasan atau anxiety adalah perasaan tidak nyaman, seperti khawatir atau takut, yang bisa ringan atau berat. Misalnya, Anda mungkin merasa khawatir dan cemas menghadapi ujian, atau menjalani tes kesehatan atau wawancara kerja.
Meski sangat umum untuk merasa cemas dari waktu ke waktu, namun perlu diperhatikan jika kecemasan itu terus-menerus menghantui hidup Anda. Beberapa orang bahkan merasa sulit untuk mengendalikan kekhawatiran mereka. Perasaan cemas mereka lebih konstan dan seringkali dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari mereka.
Melansir NHS, kecemasan adalah gejala utama dari beberapa kondisi, termasuk: gangguan panik, fobia seperti agorafobia atau klaustrofobia, gangguan stres pasca-trauma (PTSD), hingga gangguan kecemasan sosial atau fobia sosial.
Sayangnya, stres dan kecemasan menjadi kendala utama untuk panjang umur dan sehat. Melansir Mind, Body and Green, penelitian menunjukkan bahwa tingkat stres yang dirasakan berhubungan dengan peningkatan kematian dalam pola dosis-respons. Artinya semakin tinggi stres yang dirasakan, semakin besar peningkatan risiko kematian.
Berikut 4 tips yang dapat ditindaklanjuti untuk mengurangi beban mental Anda:
Sebaiknya Anda baca juga:
1. Bingkai ulang pola pikir Anda
Meski atres memiliki konotasi negatif, stres ternyata bisa menjadi hal yang baik tergantung pola pikir Anda. Berbicara kepada Mind, Body and Green, Psikolog Elissa Epel menyebut, stres berpotensi meningkatkan motivasi, dan fokus, dengan asumsi Anda memanfaatkannya dengan benar.
Menurut Epel, narasi negatif seputar stres seringkali menjadi self-fulfilling prophecy. Melansir American Psychological Association (APA), self-fulfilling prophecy adalah istilah sosiologis yang digunakan untuk menggambarkan ketika keyakinan atau harapan menyebabkan seseorang berperilaku dengan cara yang mengkonfirmasi harapan. Misalnya, ketika seseorang mengharapkan kegugupan untuk mengganggu kinerjanya dalam wawancara kerja.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ketika kita benar-benar fokus pada aspek negatif dari stres dan masuk ke situasi stres [berpikir], 'Stres itu buruk bagi saya. Itu membuatku lelah. Saya tidak akan mampu mengatasi ketika saya stres,' hal itu menempatkan kita pada posisi yang lebih memiliki respons ancaman. Jadi kami sebenarnya lebih stres tentang stres," jelasnya.
Atas dasar itu, Epel menyarankan untuk mengambil keyakinan positif tentang stres maka kemungkinan besar Anda akan menjadi lebih baik dalam mengatasi stressor tersebut.
"Stres ini memperkuat saya. Stres baik untuk saya. Ini membantu saya mengatasinya. Stres memberi energi. Tubuh saya bersemangat," Epel menawarkan.
"Temukan [pernyataan] yang terasa benar, yang cocok untuk Anda, lalu gunakan itu seperti perisai," kata Epel.
2. Lepaskan apa yang Anda bisa dilepaskan
Dalam banyak situasi, ketidakpastian seringkali menjadi akar dari kecemasan atau anxiety, dan terkadang Anda menghadapi situasi tidak pasti yang sebenarnya tidak dapat Anda kendalikan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!