Setelah Pendingin Supermarket, Kini Bank Darah Prancis Kini Jadi Sasaran Serangan Siber
Kamis, 05 Nov 2026, 00:02 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SSetelah pemerintah Italia menggelar pembicaraan darurat dengan pejabat intelijen pada Selasa, Uni Eropa menyatakan sedang melakukan diskusi mendesak dengan otoritas nasional untuk merumuskan respons bersama.
Juru bicara Uni Eropa Thomas Regnier mengatakan, serangkaian insiden tersebut tidak bisa dipandang sebagai kejadian yang berdiri sendiri.
"Ini bukan insiden terisolasi dan tentu saja kita harus tangguh dan siap secara kolektif menghadapi insiden siber seperti ini," ujarnya.
Meski demikian, hingga kini belum diketahui siapa pelaku di balik serangkaian serangan tersebut. Belum ada kelompok maupun individu yang mengaku bertanggung jawab.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sejumlah pihak berwenang dan pakar keamanan juga mencermati kemungkinan adanya serangan hibrida yang disponsori negara. Kekhawatiran ini meningkat sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, yang diikuti berbagai dugaan operasi sabotase di sejumlah negara Eropa.
Pejabat intelijen Barat sebelumnya memperingatkan bahwa Moskow tengah menjalankan kampanye sabotase di Eropa melalui berbagai metode.
Namun, Rafe Pilling, Direktur Senior Intelijen Ancaman di perusahaan keamanan siber Sophos, menilai terdapat beberapa kemungkinan di balik serangan terhadap sistem pendingin tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam keterangannya kepada The Guardian pekan ini, Pilling menyebut skenario yang paling masuk akal adalah adanya demonstrasi kemampuan siber yang berkaitan dengan kepentingan negara atau aksi peretas tunggal.
Di sisi lain, EFS menegaskan bahwa lembaganya bukan sasaran langsung serangan. Peretasan justru terjadi pada sistem pendingin milik perusahaan kontraktor penyedia peralatan yang bekerja sama dengan mereka.
Sebagai langkah antisipasi, seluruh produk yang tersimpan di ruangan terdampak, termasuk kantong plasma yang digunakan untuk transfusi dan pembuatan obat-obatan, telah dipindahkan ke lokasi lain.
EFS juga telah melaporkan insiden tersebut kepada Badan Keamanan Siber Nasional Prancis (ANSSI) dan Kementerian Kesehatan.
Pemantauan terhadap seluruh peralatan pendingin turut diperketat untuk mencegah kejadian serupa.
Kasus ini kembali memperlihatkan risiko keamanan dari semakin banyaknya perangkat industri yang terhubung ke internet dan dapat dikendalikan dari jarak jauh.
Tanpa perlindungan serta pembaruan sistem keamanan yang memadai, perangkat yang semula dirancang untuk mempermudah pengawasan operasional justru dapat menjadi celah bagi peretas.
Jika sebelumnya serangan terhadap lemari pendingin supermarket mengancam pasokan makanan, insiden di Prancis kini memperlihatkan bahwa gangguan terhadap sistem pendingin juga berpotensi menyentuh sektor pelayanan kesehatan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!