Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI Desak Negara Maju Penuhi Komitmen Pendanaan Iklim

5 Kamis, 05 Nov 2026, 01:00 WIB | Oleh:
RI Desak Negara Maju Penuhi Komitmen Pendanaan Iklim RI Desak Negara Maju Penuhi Komitmen Pendanaan Iklim Doc: AFP/Goksel YAPAR
Ket. Papan penunjuk arah bertuliskan “lokasi COP31” di dekat pintu masuk area Antalya Expo di Antalya, Turki tempat diselenggarakannya Konferensi Perubahan Iklim PBB 2026 (COP31).

Jakarta - Indonesia akan membawa isu keadilan pendanaan, implementasi komitmen, dan transisi energi berkeadilan dalam Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP31) di Antalya, Turki, pada 9-20 November 2026. Pemerintah menuntut hasil nyata, bukan sekadar janji.

Dikutip dari Antara, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Jumhur Hidayat mengatakan delegasi Indonesia akan mengusung narasi keadilan, akuntabilitas, dan dukungan konkret bagi negara berkembang.

"Ya, COP31 bukanlah konferensi tentang janji-janji semata. Ini adalah konferensi tentang implementasi, akuntabilitas," kata Jumhur dalam Media Briefing on Indonesia Road to COP31 di Jakarta, Rabu (4/11).

Pertemuan tingkat kepala negara dijadwalkan pada 11-12 November dan Presiden Prabowo Subianto akan diwakili Utusan Khusus Presiden untuk Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo. Pertemuan menteri berlangsung pada 17-18 November.

Jumhur mengatakan peningkatan ambisi iklim harus berlandaskan prinsip tanggung jawab bersama tetapi berbeda sesuai kemampuan (CBDR-RC), tanpa menimbulkan kewajiban baru di luar Perjanjian Paris. Komitmen negara berkembang harus diimbangi pendanaan, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas dari negara maju.

Untuk pertanian dan pangan, Indonesia mendukung kelanjutan kerja bersama Sharm el-Sheikh dengan memprioritaskan kelompok rentan. Indikator Tujuan Global Adaptasi juga diharapkan tidak menambah beban administrasi maupun biaya.

Aksi Iklim

Dari sisi legislasi, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengatakan Indonesia akan memaparkan RUU Pengendalian Perubahan Iklim yang diusulkan menjadi RUU Pengendalian Perubahan Iklim Berkeadilan.

"Ada tiga RUU yang sedang kami kerjakan di parlemen. Salah satunya adalah RUU Pengendalian Perubahan Iklim dan atas usulan Menteri Lingkungan Hidup Jumhur, kini menjadi RUU Pengendalian Perubahan Iklim Berkeadilan," kata Eddy dalam taklimat media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI di Jakarta.

Parlemen juga memfinalisasi RUU Energi Baru dan Terbarukan serta revisi UU Ketenagalistrikan. Eddy menyebut Indonesia menargetkan porsi energi baru terbarukan mencapai 70 persen dalam bauran kelistrikan dan energi nasional pada 2045. Indonesia juga akan memaparkan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) untuk menekan emisi metana serta potensi karbon biru.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
Megapolitan
Pinjaman SMI dan DBH untuk ...
Megapolitan
21.000 Prajurit TNI AL BKO ...
Luar Negeri
RI Desak Negara Maju Penuhi...
Luar Negeri
Inggris dan Uni Eropa Pangk...

BNPB Sebut Karhutla Masih Ancam Sejumlah Daerah

39 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BNPB Sebut Karhutla Masih A...

Mengapa Makanan Pendamping ASI Tak Boleh Ditambahi Bawang

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Mengapa Makanan Pendamping ...
Advertisement
Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.