Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Target 100% RW Kebun Sendiri, Wali Kota Munafri Gebrak Makassar Pakai Urban Farming

5 Kamis, 05 Nov 2026, 00:40 WIB | Oleh:
Target 100% RW Kebun Sendiri, Wali Kota Munafri Gebrak Makassar Pakai Urban Farming Target 100% RW Kebun Sendiri, Wali Kota Munafri Gebrak Makassar Pakai Urban Farming Doc: ANTARA/HO-Humas Pemkot Makassar
Ket. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat menunjukkan hasil panen bawang merah di Kebun Urban Farming Kelompok Tani Marennu, Kelurahan Mangasa, serta Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar di Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Rabu (4/11).

MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar memperluas program pertanian perkotaan (urban farming) dengan menargetkan seluruh RW memiliki kebun produktif guna memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan pemanfaatan lahan terbatas dan pekarangan rumah dapat menjadi solusi bagi masyarakat untuk memproduksi kebutuhan pangan secara mandiri.

"Program urban farming ini penting karena menjadi salah satu solusi untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga. Walaupun dengan lahan terbatas, masyarakat tetap bisa memproduksi kebutuhan pangan sendiri," kata Munafri di Kecamatan Tamalate, Rabu (4/11).

Hal itu disampaikan saat mengunjungi dan memanen hasil pertanian di Kebun Urban Farming Kelompok Tani Marennu, Kelurahan Mangasa, serta Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar di Kelurahan Maccini Sombala,

Dalam kunjungan tersebut, sejumlah komoditas berhasil dipanen, mulai dari bawang, cabai, kangkung hingga terong yang dibudidayakan masyarakat.

Menurut dia, pertanian perkotaan tidak hanya menghasilkan bahan pangan, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat dan membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga.

Sementara itu, Camat Tamalate Muhammad Aril Syahbani mengatakan sekitar 60 persen dari total 677 RW di wilayahnya telah mengembangkan urban farming.

Pihaknya menargetkan seluruh RW memiliki minimal satu kawasan pertanian perkotaan. Pengembangan program juga melibatkan kelompok PKK dan Dharma Wanita Persatuan (DWP).

"Target kami, setiap kelurahan wajib memiliki urban farming di setiap RW. Begitu juga PKK dan DWP harus memiliki urban farming sebagai bagian dari upaya mendorong ketahanan pangan," ujarnya.

Aril menjelaskan, metode pengembangan disesuaikan dengan kondisi wilayah dan ketersediaan lahan. Warga yang memiliki lahan dapat menggunakan media tanam langsung, sedangkan kawasan dengan lahan terbatas bisa menerapkan sistem hidroponik.

Saat ini, hasil panen sebagian besar dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan warga di lingkungan masing-masing.
Kecamatan Tamalate juga meraih juara pertama lomba kebun Aku Hatinya PKK tingkat Kota Makassar.

Capaian tersebut menjadi salah satu dorongan untuk memperluas pemanfaatan pekarangan sebagai kawasan produktif.

Ke depan, pemerintah kecamatan akan memperkuat edukasi dan mendorong keterlibatan masyarakat agar gerakan urban farming dapat berkembang di seluruh RW, termasuk wilayah yang memiliki keterbatasan lahan dan biaya pengembangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
Megapolitan
Pinjaman SMI dan DBH untuk ...
Megapolitan
21.000 Prajurit TNI AL BKO ...
Luar Negeri
RI Desak Negara Maju Penuhi...
Luar Negeri
Inggris dan Uni Eropa Pangk...

BNPB Sebut Karhutla Masih Ancam Sejumlah Daerah

41 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BNPB Sebut Karhutla Masih A...

Mengapa Makanan Pendamping ASI Tak Boleh Ditambahi Bawang

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Mengapa Makanan Pendamping ...
Advertisement
Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.