Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Inggris dan Uni Eropa Pangkas Hambatan Ekspor Pangan

5 Kamis, 05 Nov 2026, 01:00 WIB | Oleh:
Inggris dan Uni Eropa Pangkas Hambatan Ekspor Pangan Inggris dan Uni Eropa Pangkas Hambatan Ekspor Pangan Doc: istimewa
Ket. Inggris akan menandatangani perjanjian perdagangan baru dengan Uni Eropa (UE)

London - Inggris akan menandatangani perjanjian perdagangan baru dengan Uni Eropa (UE) pada 20 November 2026 untuk menghapus sejumlah pemeriksaan dan persyaratan ekspor yang diberlakukan setelah negara tersebut keluar dari blok itu.

Perjanjian tersebut akan menghapus kewajiban sertifikat kesehatan hewan dan fitosanitari untuk ekspor, biaya pemeriksaan, sertifikat produk organik, sejumlah pungutan pelabuhan, serta pemeriksaan ekspor lainnya, sebagaimana dilaporkan Sky News pada Selasa (3/11).

Sertifikat fitosanitari merupakan dokumen resmi yang menyatakan bahwa komoditas tanaman dan produk pertanian telah diperiksa serta memenuhi persyaratan kesehatan tumbuhan negara tujuan. Dokumen tersebut bertujuan mencegah masuk dan menyebarnya hama atau penyakit yang dapat mengancam sektor pertanian dan ekosistem setempat.

Selain menyederhanakan prosedur ekspor, kesepakatan itu juga memungkinkan Inggris kembali mengekspor sejumlah produk pangan ke UE, termasuk sosis segar, kerang-kerangan dari perairan Inggris, dan benih kentang.

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengatakan perjanjian tersebut akan membantu petani Inggris sekaligus mengurangi hambatan administratif yang selama ini membebani pelaku usaha.

Burnham juga dilaporkan menyampaikan keinginan untuk mempererat kerja sama dengan UE dalam pengendalian imigrasi.

Dalam wawancara dengan Sky News, ia mengatakan kesepakatan tersebut berpotensi memberikan tambahan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) hingga 0,4 persen.

Rencana kesepakatan itu muncul di tengah penurunan ekspor pangan Inggris ke UE sejak negara tersebut keluar dari blok tersebut. Pada Selasa, surat kabar The Guardian, dengan mengutip Federasi Petani Nasional Inggris (National Farmers' Union), melaporkan bahwa ekspor pangan Inggris ke UE telah turun lebih dari sepertiga sejak Brexit.

Menurut BBC News, draf Perjanjian Kemitraan Sanitari dan Fitosanitari (Sanitary and Phytosanitary Agreement/SPS) setebal 200 halaman telah diedarkan kepada negara-negara anggota UE di Brussel untuk dibahas dalam pertemuan pada Rabu (4/11).

Kesepakatan tersebut diperkirakan berdampak luas terhadap pelaku usaha di sepanjang rantai pasok pangan dan pertanian Inggris maupun UE, mulai dari petani dan produsen, perusahaan makanan dan minuman, penyedia jasa logistik, hingga peritel.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
Megapolitan
Pinjaman SMI dan DBH untuk ...
Megapolitan
21.000 Prajurit TNI AL BKO ...
Luar Negeri
RI Desak Negara Maju Penuhi...
Luar Negeri
Inggris dan Uni Eropa Pangk...

BNPB Sebut Karhutla Masih Ancam Sejumlah Daerah

37 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BNPB Sebut Karhutla Masih A...

Mengapa Makanan Pendamping ASI Tak Boleh Ditambahi Bawang

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Mengapa Makanan Pendamping ...
Advertisement
Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.