Terpisah dari Induknya? Anak Orang Utan Usia 4 Tahun Ditemukan Terlantar di Tepi Jalan Kotim
Kamis, 05 Nov 2026, 00:56 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/HO-BKSDA Sampit
SAMPIT - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit mengevakuasi satu individu anak orang utan betina berusia sekitar empat tahun yang ditemukan warga di tepi jalan Desa Bagendang Tengah, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.
“Warga yang menemukan anak orang utan tersebut ingin menyerahkannya kepada petugas BKSDA. Setelah menerima laporan, kami mengatur waktu untuk menuju desa guna melakukan serah terima," kata Komandan BKSDA Resort Sampit Muriansyah di Sampit, Rabu (4/11).
Pihaknya menerima laporan dari Kepala Desa Bagendang Tengah, Untung, pada Senin (2/11) sekitar pukul 10.00 WIB terkait temuan anak orang utan yang diamankan warga.
Petugas kemudian berangkat sekitar pukul 14.20 WIB karena sebelumnya sedang melakukan observasi lokasi kemunculan orang utan di kebun karet dan rotan milik warga di Dusun Remiling, Desa Ganepo, Kecamatan Seranau.
Setelah menempuh perjalanan menggunakan satu unit mobil, Muriansyah bersama dua personel BKSDA Resort Sampit, yakni Riska dan Angga, petugas tiba di Desa Bagendang Tengah sekitar pukul 15.30 WIB.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Proses serah terima anak orang utan tersebut berlangsung hingga pukul 17.40 WIB dan berjalan lancar. Setelah kami melakukan pemeriksaan secara singkat, anak orang utan itu berjenis kelamin betina dengan usia diperkirakan sekitar empat tahun,” bebernya.
Satwa liar yang dilindungi undang-undang itu selanjutnya menjadi tanggung jawab petugas BKSDA untuk mendapat pemeriksaan serta penanganan sesuai prosedur konservasi.
Sehari setelah proses serah terima, Selasa (3/11) sekitar pukul 14.00 WIB, tim dokter dari BKSDA Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II bersama OF UK tiba di Sampit untuk melakukan penanganan terhadap anak orangutan tersebut.
Dari pemeriksaan awal, kondisi anak orang utan itu terlihat sehat. Meski begitu, pemeriksaan lebih lengkap tetap akan dilakukan setibanya di kantor Seksi KSDA Wilayah II di Pangkalan Bun.
Sekitar pukul 15.00 WIB, tim kemudian bertolak kembali menuju Pangkalan Bun dengan membawa anak orang utan tersebut. Satwa itu selanjutnya akan menjalani pemeriksaan lebih menyeluruh untuk memastikan kondisi kesehatan dan menentukan langkah penanganan berikutnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!