Turis Asing Tembus 12 Juta, Devisa Pariwisata Ikut Gemuk?
Senin, 02 Nov 2026, 18:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ HO-PT KAI
JAKARTA – Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia menjadi peluang untuk memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi dan penerimaan devisa negara.
Namun, di tengah persaingan destinasi wisata global yang semakin ketat, pertumbuhan jumlah kedatangan turis asing perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan, konektivitas, dan daya tarik destinasi.
Tantangan pemerintah bukan sekadar mendatangkan lebih banyak wisatawan, melainkan memastikan belanja dan aktivitas mereka memberikan efek berganda bagi perekonomian domestik, termasuk menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, ekonomi kreatif, serta UMKM di berbagai daerah.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 12,01 juta kunjungan sepanjang Januari–September 2026, dengan rerata belanja per kunjungan yang juga meningkat.
“Secara kumulatif, sepanjang Januari sampai dengan September tahun 2026, total kunjungan wisman mencapai 12,01 juta kunjungan atau meningkat 5,01 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers Rilis BPS di Jakarta, Senin (2/10).
Khusus pada September 2026, jumlah kunjungan wisman tercatat sebanyak 1,43 juta kunjungan, turun 10,79 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Namun, secara tahunan (year-on-year/yoy), jumlah kunjungan masih tumbuh sebesar 2,31 persen.
Dari total kunjungan pada September 2026, sebanyak 1.282.308 kunjungan tercatat melalui pintu masuk utama, sedangkan 144.806 kunjungan lainnya melalui pintu masuk perbatasan.
Berdasarkan negara asal paspor, kunjungan wisman pada September 2026 didominasi oleh pemegang paspor Malaysia dengan kontribusi sebesar 16,76 persen, disusul Australia sebesar 12,43 persen dan Tiongkok sebesar 10,76 persen.
Secara tahunan, kunjungan wisatawan pemegang paspor Australia dan Tiongkok mengalami peningkatan, sedangkan kunjungan wisatawan Malaysia menurun.
Sementara itu, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali menjadi pintu masuk utama dengan jumlah kunjungan wisman terbanyak. Kunjungan melalui bandara tersebut terutama didominasi oleh wisatawan asal Australia.
Sejalan dengan pertumbuhan kunjungan, BPS turut mencatat peningkatan rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara selama berada di Indonesia.
Pada triwulan III 2026, rata-rata pengeluaran wisman mencapai 1.374,48 dolar AS per kunjungan. Nilai tersebut meningkat dibandingkan triwulan II 2026 sebesar 1.285 dolar AS per kunjungan, serta lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain pengeluaran, rata-rata lama tinggal wisman juga meningkat menjadi 11,01 malam pada triwulan III 2026, dibandingkan 10,30 malam pada triwulan sebelumnya.
Berdasarkan jenis pengeluaran, alokasi belanja terbesar wisatawan asing digunakan untuk akomodasi, yakni mencapai 497,12 dolar AS per kunjungan.
Pos pengeluaran terbesar berikutnya adalah makanan dan minuman sebesar 271,33 dolar AS, serta belanja dan cendera mata sebesar 148,93 dolar AS.
“Ini potensi untuk anak-anak muda membuka usaha makanan dan minuman, karena pengeluaran wisman terbesar kedua untuk makanan dan minuman,” ujar Ateng.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!