Jakarta Bidik Jadi Pusat Perfilman Asia Tenggara, Wagub Rano Gandeng Industri Film AS
📅 Kamis, 22 Okt 2026, 16:55 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperluas kerja sama internasional untuk mendorong Jakarta menjadi kota sinema sekaligus pusat industri perfilman masa depan di Asia Tenggara. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat kolaborasi dengan industri film Amerika Serikat melalui Motion Picture Association (MPA).
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan upaya tersebut dalam acara Indonesia Success Stories & MPA American Film Night di Park Hyatt Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (22/10). Kegiatan ini mempertemukan pelaku industri dan mitra internasional untuk memperluas jaringan kerja sama serta mendorong pertumbuhan ekosistem perfilman Indonesia.
Rano mengapresiasi dukungan MPA terhadap visi Jakarta untuk mengembangkan industri film dan memperkuat posisinya di tingkat regional. Menurutnya, kemitraan internasional diperlukan untuk membuka peluang pengembangan industri yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.
"Maka dari itu saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Motion Picture Association (MPA) atas kehadiran dan dukungan penuhnya terhadap visi Jakarta untuk mengembangkan industri perfilman dan menjadi pusat perfilman masa depan di kawasan Asia Tenggara," ujar Wagub Rano.
Penguatan industri perfilman Jakarta dilakukan melalui sejumlah program yang menyasar berbagai kebutuhan, mulai dari proses produksi hingga distribusi film ke pasar internasional. Pemprov DKI Jakarta juga mendorong kemudahan perizinan, akses pendanaan, dan peluang investasi agar Jakarta semakin menarik bagi pelaku industri film.
Sebaiknya Anda baca juga:
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Jakarta Film Summit 2026 yang digelar pada 20–21 Oktober. Forum ini membahas penyederhanaan proses perizinan, peluang investasi dan pendanaan, serta pengembangan produksi dan distribusi film untuk menjangkau pasar global.
Selain forum industri, Jakarta juga berupaya memperkenalkan potensi lokasi syuting melalui program Jakarta Scouting Days. Inisiatif yang dijalankan Jakarta Film Commission (JFC) ini mempertemukan potensi lokasi produksi dengan kebutuhan pelaku perfilman nasional maupun internasional.
Ketersediaan lokasi syuting yang beragam menjadi salah satu aspek yang diperkenalkan untuk meningkatkan daya tarik Jakarta sebagai tempat produksi film. Melalui promosi tersebut, Pemprov DKI Jakarta berupaya memperluas peluang produksi sekaligus memperkuat keterlibatan pelaku industri perfilman di ibu kota.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengembangan ekosistem perfilman juga didukung penyelenggaraan Jakarta Film Week 2026 yang menghadirkan 157 film dari 59 negara. Festival ini turut menyediakan kegiatan pengembangan kapasitas melalui kelas master atau masterclass yang mempertemukan sineas dan pelaku industri.
"Tadi malam, saya juga menghadiri upacara pembukaan Jakarta Film Week 2026 yang menampilkan 157 film dari 59 negara. Festival ini turut menghadirkan berbagai kelas master (masterclass), salah satunya dipandu oleh bintang laga legendaris asal Hong Kong, Sammo Hung," ungkap Rano.
Rano menegaskan, Pemprov DKI Jakarta akan terus memperkuat dukungan terhadap perkembangan industri perfilman, termasuk melalui insentif bagi film nasional, kegiatan promosi, dan perluasan akses distribusi. Kerja sama dengan MPA diharapkan membuka lebih banyak kesempatan bagi pelaku perfilman Indonesia untuk menjalin kemitraan dengan industri Amerika Serikat.
Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk memberikan dampak yang lebih luas terhadap perkembangan ekonomi kreatif di Jakarta. Penguatan industri film berpotensi mendukung peningkatan investasi serta membuka kesempatan kerja di sektor perfilman dan berbagai industri pendukungnya.
Acara Indonesia Success Stories & MPA American Film Night turut dihadiri Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Dwisuryo Indroyono Soesilo, Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Amerika Serikat Joy M. Sakurai, serta perwakilan MPA Asia Pasifik Trevor Fernandes. Kehadiran para perwakilan tersebut menjadi bagian dari pertemuan untuk memperkuat hubungan dan kolaborasi internasional dalam pengembangan industri perfilman.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Pemprov DKI Jakarta berupaya membangun ekosistem perfilman yang mendukung proses produksi, pengembangan talenta, investasi, hingga distribusi karya. Penguatan kemitraan internasional, termasuk dengan MPA, menjadi salah satu langkah Jakarta untuk meningkatkan daya saing industri film dan memperbesar peluangnya di pasar Asia Tenggara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!