Bali Makin Padat Wisman, Jangan Sampai Cuma Jadi Angka Statistik
Senin, 02 Nov 2026, 18:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ HO-Pelindo Benoa
DENPASAR – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali masih menjadi salah satu penopang utama sektor pariwisata dan perekonomian daerah.
Namun, peningkatan jumlah kedatangan wisatawan asing tidak serta-merta menjamin pemerataan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
Di tengah persaingan destinasi wisata internasional, Bali dituntut tidak hanya mengejar pertumbuhan kunjungan, tetapi juga meningkatkan kualitas wisatawan, lama tinggal, serta belanja selama berwisata.
Tantangan tersebut menjadi penting agar geliat pariwisata mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat tingkat kunjungan wisman secara langsung ke Bali dalam tiga bulan terakhir 2026 yaitu Juli, Agustus, September berturut-turut meningkat secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Astungkara di 3 bulan terakhir ini sudah melampaui bulan yang sama tahun sebelumnya," kata Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan di Denpasar, Senin (2/11).
Peningkatan secara tahunan tersebut konsisten terjadi berturut-turut pada Juli 2026 yang mencapai 697.809 kunjungan, naik dari Juli 2025 yang sebanyak 697.107, kemudian Agustus 2026 sebanyak 685.994 kunjungan sedangkan Agustus 2025 682.866 kunjungan, hingga September 2026 yang mencatatkan 650.169 kunjungan.
Di September 2026 saja, kunjungan wisman yang mencapai sebanyak 650.169, tercatat naik 2,36 persen jika dibandingkan dengan kunjungan wisman pada bulan September 2025.
BPS Bali melihat kenaikan secara tahunan pada September 2026 didorong oleh penerbangan rute baru serta maraknya kegiatan atau ajang berskala internasional di Bali.
Kondisi tersebut tetap memberi dampak positif bagi kepariwisataan di tengah adanya tantangan erupsi Gunung Krakatau dan berakhirnya musim panas di Eropa.
"Ada beberapa hal mungkin yang menarik yang perlu saya sampaikan bahwa kondisi kepariwisataan kita di bulan September itu ada beberapa kejadian yang memberi pengaruh cukup besar kiranya," ujar Agus Gede.
Meski naik secara tahunan, jumlah kunjungan September 2026 mengalami penurunan sebesar 5,22 persen bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu Agustus 2026.
Agus Gede menyebut penurunan bulanan ini sesuai pola musiman tahunan karena tren penurunan dari puncak kunjungan di bulan Juli menuju Agustus dan September juga terjadi pada 2024 serta 2025.
Lebih jauh dilihat dari paspornya, wisman asal Australia mendominasi kunjungan September 2026 sebanyak 165.100 kunjungan atau naik 2,38 persen dari bulan sebelumnya.
Posisi berikutnya disusul Tiongkok sebanyak 54.284 kunjungan, India 41.645 kunjungan, Jepang 30.322 kunjungan, dan Prancis 28.405 kunjungan.
Secara keseluruhan, kelima negara asal wisatawan tersebut menyumbangkan hampir 50 persen dari total kunjungan wisman ke Bali pada bulan September 2026.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!