Staf PBB Tewas dalam Tahanan Houthi, Antonio Guterres Tuntut Penjelasan
Minggu, 01 Nov 2026, 16:12 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SSecara keseluruhan, sebanyak 72 staf PBB dan pekerja LSM, termasuk el-Shami, dilaporkan pernah ditahan oleh kelompok tersebut.
Kematian el-Shami juga bukan kasus pertama yang menimpa pekerja PBB dalam tahanan Houthi.
Pada Februari 2025, seorang staf Program Pangan Dunia (WFP) juga meninggal dunia ketika berada dalam tahanan kelompok tersebut.
Situasi keamanan ini membuat PBB pada Februari 2025 menghentikan sementara sejumlah operasinya di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi karena mengkhawatirkan keselamatan para pegawainya.
Kelompok Houthi sebelumnya bahkan pernah menampilkan sejumlah tahanan melalui stasiun televisi mereka. Para tahanan tersebut digambarkan sebagai kolaborator badan intelijen Barat dan Israel.
Di tengah ketegangan tersebut, terdapat perkembangan berupa pembebasan seorang pekerja WFP pada 6 Oktober 2026. PBB mengumumkan bahwa pekerja tersebut telah dibebaskan setelah sebelumnya ditahan secara sewenang-wenang oleh kelompok Houthi.
Namun, nasib sejumlah pekerja internasional lainnya masih belum jelas. Kematian el-Shami kini kembali menempatkan keselamatan staf kemanusiaan dan pekerja PBB di Yaman dalam sorotan internasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!