Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Primaya Hospital dan Pemprov DKI Percepat Operasi Katarak, Libatkan 40 Puskesmas

1 Minggu, 01 Nov 2026, 15:15 WIB | Oleh:

Dengan mendapatkan penanganan yang tepat, pasien diharapkan dapat kembali menjalankan aktivitas dan meningkatkan kualitas hidupnya.

Operasi Tetap Mengutamakan Keselamatan Pasien

Di sisi lain, pelaksanaan bakti sosial operasi katarak tetap harus memperhatikan standar pelayanan medis dan keselamatan pasien.

Ketua Perdami, dr. Julie Dewi Barliana, Sp.M(K), M.Biomed, mengatakan tidak semua penderita katarak dapat langsung menjalani operasi. Calon pasien harus terlebih dahulu melalui pemeriksaan untuk memastikan kondisi kesehatannya memenuhi persyaratan tindakan medis.

Ia menjelaskan, pasien yang dapat mengikuti program umumnya berada dalam rentang usia sekitar 20 hingga 75 tahun, memiliki kondisi fisik yang cukup baik, serta mampu bekerja sama selama proses operasi.

Persyaratan tersebut berkaitan dengan metode tindakan yang menggunakan bius lokal atau topikal sehingga komunikasi antara dokter dan pasien tetap diperlukan selama prosedur berlangsung.

Dengan demikian, proses skrining menjadi bagian penting untuk memastikan operasi dapat dilakukan secara aman dan sesuai indikasi medis.

Ajak Lebih Banyak Rumah Sakit Bergabung

Primaya Hospital Group berharap Gerakan Jakarta Bebas Katarak tidak berhenti pada pelaksanaan tahap awal. Perusahaan juga membuka kesempatan bagi rumah sakit swasta dan asosiasi rumah sakit swasta di Indonesia untuk bergabung memperluas jangkauan program.

Leona mengatakan, semakin banyak institusi kesehatan yang terlibat, semakin besar peluang untuk membantu masyarakat yang membutuhkan tindakan operasi katarak.

“Kami terbuka untuk memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak swasta, termasuk rumah sakit swasta dan asosiasi rumah sakit di Indonesia, agar gerakan ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Kami berharap semakin luas kolaborasi yang terjalin, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Melalui program tersebut, Primaya Hospital Group bersama Pemprov DKI Jakarta dan Perdami mendorong penguatan kolaborasi pelayanan kesehatan, terutama dalam mengatasi keterbatasan akses operasi katarak. Upaya ini diharapkan dapat membantu lebih banyak penderita memperoleh penanganan medis tepat waktu sekaligus mengurangi risiko gangguan penglihatan berkepanjangan akibat katarak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Staf PBB Tewas dalam Tahana...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.