MK Polandia Terpecah Dua, Pemerintah dan Hakim Saling Berselisih
Minggu, 01 Nov 2026, 20:29 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: AFP/Mladen Antonov
WARSAWA - Presiden Polandia Karol Nawrocki bertemu Ketua Mahkamah Agung (MA) Zbigniew Kapinski di tengah ketegangan yang semakin memuncak soal kendali atas Mahkamah Konstitusi (MK) negara tersebut.
Presiden Narwocki kembali ke Warsawa, Sabtu (31/10), setelah membatalkan agenda kunjungannya ke Senegal, demi harus berada di Polandia untuk memantau perkembangan situasi di mahkamah tersebut. Nawrocki mendarat kembali di Polandia, setelah pesawatnya berputar balik di atas wilayah Spanyol.
Sebelumnya, Ketua MA Polandia Kapinski mengecam peristiwa di MK. Menurut Kapinski, perselisihan mengenai lembaga-lembaga konstitusional tidak dapat dijadikan alasan untuk melumpuhkan maupun merampas kewenangan mahkamah.
Dia menegaskan konstitusi dan undang-undang merupakan batas kekuasaan negara, bukan keputusan politik atau unjuk kekuatan.
Hingga Jumat (30/10), situasi masih tegang saat para politisi dari pihak oposisi pemerintah di Polandia bersama para demonstran berkumpul di luar gedung MK.
Pemimpin Partai Hukum dan Keadilan (PiS), Jaroslaw Kaczynski, menuding Pemerintah Polandia akan menggunakan kekuatan melawan oposisi dan mendesak mereka untuk memenangkan pertempuran demi Polandia.
Ketua serikat pekerja Solidaritas, Piotr Duda, juga melontarkan pernyataan bernada keras dengan menyasar Perdana Menteri Donald Tusk, Menteri Dalam Negeri Marcin Kierwinski, dan Menteri Kehakiman Waldemar Zurek.
"Apakah kalian menginginkan perang? Kalau begitu, kalian akan mendapatkannya," kata Duda.Dia juga menyerukan anggota Solidaritas untuk berkumpul di luar gedung MK.
Sementara itu, Duta Besar Amerika Serikat untuk Polandia Tom Rose menggambarkan kondisi tersebut sangat serius dan mengatakan kedua belah pihak menyampaikan versi kejadian yang bertolak belakang.
"Kami mungkin sedang menyaksikan konfrontasi yang belum pernah terjadi sebelumnya terkait penggunaan kekuasaan negara oleh pemerintah, serta soal kemandirian dan kewenangan sebuah lembaga konstitusional," kata Rose.
Dia mendesak para pejabat Pemerintah Polandia, polisi, dan para demonstran untuk menghindari tindakan yang dapat memicu kekerasan atau memperparah eskalasi.
AS tidak akan menghakimi atau campur tangan dalam perselisihan internal Polandia, kata Rose.
Krisis di Polandia itu juga menuai komentar dari Russia. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Russia Maria Zakharova menyindir Menlu Polandia Radoslaw Sikorski atas konfrontasi tersebut.
Hakim Anna Korwin-Piotrowska, yang menyatakan telah mengambil alih kendali MK, mengisyaratkan bahwa Presiden Nawrocki dapat datang ke pengadilan untuk melakukan pembicaraan, tetapi tanpa didampingi pejabat lainnya.
Pada Jumat (30/10), Hakim Piotrowska mengatakan persiapan untuk pertemuan dengan presiden Polandia itu telah dilakukan. Namun, dia menolak adanya pejabat lain yang ikut masuk bersama Nawrocki dalam pertemuan itu untuk alasan keamanan.
Polisi Polandia tetap siaga di sekitar gedung MK, tetapi para petugas tidak memasuki gedung pengadilan itu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!