Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Erupsi Berulang, Gunung Karangetang Kembali Tebar Ancaman

1 Minggu, 01 Nov 2026, 21:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Erupsi Berulang, Gunung Karangetang Kembali Tebar Ancaman Erupsi Berulang, Gunung Karangetang Kembali Tebar Ancaman Doc: ANTARA/HO-Pos PGA Karangetang
Ket. Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara kembali erupsi pukul 21:18 WITA dengan tinggi kolom abu letusan tidak teramati, Minggu (1/10/2026).

MANADO – Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara kembali erupsi pukul 21.18 WITA dengan tinggi kolom abu letusan tidak teramati.

"Telah terjadi erupsi Gunung Karangetang pada 1 November 2026 pukul 21.18 WITA namun tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 milimeter dengan durasi sementara ini kurang lebih 1 menit 28 detik," kata personel Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang, Muhamad Fadlan di Manado, Minggu (1/11).

Muhamad Fadlan mengatakan, teramati erupsi eksplosif kecil dengan lontaran material pijar dengan tinggi lebih kurang 200-300 meter di sekitar puncak kawah utara dengan kolom asap lebih kurang 1.000 meter condong ke arah barat dan barat laut.

Kemudian, diikuti dengan erupsi efusif berupa guguran lava pijar ke arah selatan lebih kurang 200-700 meter.

Ke arah barat dan barat daya meluncur ke Kali Hiung, Kali Sumpihi, Kali Kinali, Kali Pangi, Kali Kiawang lebih kurang 700-1.000 meter.

Selanjutnya, ke arah barat laut menuju Kali batuare, Kali Batukole, Kali Malrbuhe lebih kurang 500-700 meter.

"Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat," katanya.

Saat ini G. Karangetang berada pada status Level II (Waspada) dengan rekomendasi masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1,5 kilometer dari puncak kawah dua (kawah utara) dan kawah utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah selatan barat daya sejauh 2,5 kilometer.

Mewaspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu dari penumpukan material lava sebelumnya karena kondisinya belum stabil dan mudah runtuh, terutama ke sektor selatan, tenggara, barat dan barat daya.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.

sebelumnya, dalam laporan pengamatan Minggu (25/10), letusan pertama tercatat pada pukul 23.04 WITA, sementara letusan kedua dan ketiga tercatat pada pukul 01.24 WITA dan pukul 03.20 WITA.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Megapolitan
BPBD Bogor: Fenomena Tanah ...
Luar Negeri
AS Pilih Pakistan untuk Men...

Badan Geologi: Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi

49 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Badan Geologi: Gunung Anak ...
Advertisement
Empat Tips Mengatur Pengeluaran agar Tidak Boros saat Sering Bayar Pakai QRIS

Empat Tips Mengatur Pengeluaran agar Tidak Boros saat Sering Bayar Pakai QRIS

01 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.