Viral Rombongan Wisatawan Diare Massal Usai dari Garut, Dinkes Turun Tangan Investigasi
Minggu, 01 Nov 2026, 21:05 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Feri Purnama
GARUT - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, Jawa Barat melakukan investigasi untuk mengetahui lebih jelas terkait wisatawan yang mengalami diare dan muntah-muntah diduga mengalami keracunan makanan setelah berwisata di Garut lalu ramai menyampaikan keluhannya di media sosial.
"Terkait informasi yang beredar mengenai wisatawan yang mengalami muntah dan diare setelah berkunjung ke Garut, kami dari Dinas Kesehatan sudah melakukan tindak lanjut," kata Kepala Dinkes Kabupaten Leli Yuliani saat dihubungi melalui telepon seluler di Garut, Minggu (1/11).
Ia menuturkan, Dinkes Garut sudah mendapatkan informasi terkait adanya rombongan wisatawan dari luar kota yang mengeluhkan diare dan muntah-muntah sepulangnya berwisata di Garut.
Informasi itu, kata Leli, langsung ditindaklanjuti dengan menghubungi perwakilan dari rombongan wisatawan untuk mendapatkan informasi lebih dalam sehingga dapat ditelusuri penyebabnya.
"Tim kami telah berkomunikasi langsung melalui 'Zoom' dengan perwakilan rombongan untuk melakukan investigasi awal dan menggali kronologi kejadian," katanya.
Ia menyampaikan, Dinkes Garut saat ini melakukan pendataan terhadap seluruh peserta rombongan wisatawan sebagai proses instrumen penyelidikan epidemiologi standar Kementerian Kesehatan, terutama terkait riwayat konsumsi makanan dan minuman, lokasi kunjungan, juga waktu mulai munculnya gejala.
Dinkes Garut, kata dia, baru menerima laporan keluhan tersebut sekitar 4–5 hari setelah kejadian dan wisatawan sudah kembali ke daerah asalnya. Selain itu, selama kunjungan rombongan mengonsumsi makanan dari beberapa sumber dan lokasi berbeda.
Ia menyampaikan, sampai saat ini hasilnya belum dapat dipastikan keluhan wisatawan tersebut akibat keracunan pangan, infeksi saluran pencernaan akut (ISPA) atau penyebab lainnya. Dinkes Garut juga terus melakukan pemantauan kasus diare akut melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) serta menindaklanjuti setiap sinyal kewaspadaan.
"Selama kunjungan tersebut rombongan mengonsumsi makanan dari beberapa sumber dan lokasi yang berbeda, dan sejauh ini kami belum memperoleh laporan kejadian serupa dari pengunjung lain yang mengonsumsi makanan di lokasi yang sama," katanya.
Ia menambahkan, berdasarkan pemantauan sementara, seperti tahun tahun sebelumnya di musim pancaroba seperti sekarang ini terdapat peningkatan kasus diare dan ISPA, tapi saat ini belum menunjukkan ke arah adanya wabah diare di Garut.
Setiap ada keluhan penyakit di masyarakat, kata dia, Dinkes Garut akan segera menindaklanjuti untuk menyelidiki penyebab, dan selanjutnya menanggulangi masyarakat yang terdampak.
"Setiap laporan tetap ditindaklanjuti secara serius dan profesional. Kami juga mengimbau masyarakat serta wisatawan untuk tetap tenang, menjaga kebersihan, dan memastikan makanan maupun minuman yang dikonsumsi aman dan higienis," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!