Saat Cuaca Tak Lagi Bersahabat, Hasil Panen Bisa Merosot Tajam
Minggu, 01 Nov 2026, 20:19 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: AFP
SINGAPURA - Perubahan iklim diproyeksikan akan mengurangi produksi tanaman pangan utama di seluruh Asia Tenggara, dengan padi, jagung, dan tebu menghadapi penurunan, menurut sebuah studi yang dirilis pada Sabtu (31/10) oleh Badan Pangan Singapura dan Universitas Nasional Singapura.
Studi ASEAN Agri Climate Impact Twenty memproyeksikan produksi padi rata-rata akan menurun sebesar 3 hingga 5 persen antara tahun 2025 dan 2044, sementara produksi jagung dapat turun sebesar 5 hingga 6 persen dan produksi tebu sebesar 1 hingga 4 persen.
Sebaliknya, produksi singkong diproyeksikan meningkat sebesar 16 persen, sementara output kedelai berpotensi meningkat 11 hingga 13 persen.
"Proyeksi rata-rata yang lebih baik untuk beberapa tanaman pertanian tidak berarti tanaman-tanaman tersebut terbebas dari risiko-risiko terkait iklim. Produksi tetap dapat dipengaruhi oleh variabilitas kondisi iklim pada tahun tertentu termasuk panas ekstrem, curah hujan tinggi, atau kekeringan pada tahun dengan kondisi yang tidak menguntungkan," urai laporan tersebut.
Fenomena El Nino yang sangat kuat dapat mengurangi rata-rata produksi tanaman di seluruh kawasan tersebut hingga sekitar 10 persen, demikian temuan studi itu. Sistem pertanian padi dan pertanian tadah hujan umumnya lebih rentan terhadap fenomena semacam itu.
Secara keseluruhan, Asia Tenggara diperkirakan mengalami peningkatan suhu, gelombang panas yang lebih sering terjadi dan berkepanjangan, serta curah hujan yang semakin bervariasi, sehingga berpotensi mengganggu ketersediaan air, jadwal penanaman, dan hasil panen. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!