Pemkot Bekasi Segera Bangun 'Flyover' Bulak Kapal
Sabtu, 31 Okt 2026, 11:45 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Pemkot Bekasi
KOTA BEKASI - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi akan mempersiapkan jalur alternatif yang akan digunakan sebagai akses masyarakat selama pembangunan flyover Bulak Kapal. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto.
Menurut dia, ada dua jalur alternatif yang nantinya bisa diakses masyarakat untuk menjaga kelancaran mobilitas kendaraan. Jalur tersebut antara lain, kawasan Ampera dan Jalan Muhammad Yamin.
Pemkot Bekasi juga tengah mengomunikasikan kemungkinan pemanfaatan jalan frontage milik perkeretaapian sebagai jalur konektivitas tambahan. yang menghubungkan kawasan Rawa Panjang, Bulak Kapal, Ampera, hingga Jalan Muhammad Yamin.
"Konektivitas tersebut tidak hanya membantu mengurai kepadatan lalu lintas. Tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi masyarakat," kata dia saat meninjau lokasi proyek flyover Bulak Kapal di Bekasi Timur, Jumat (30/10).
Pihaknya menegaskan, pentingnya dukungan masyarakat dalam menyukseskan pembangunan. Terlebih, proyek tersebut mendapatkan perhatian pemerintah pusat dengan nilai anggaran pembangunan yang mencapai hampir Rp188 miliar.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Anggarannya cukup besar, hampir Rp188 miliar. Kalau harus ditanggung melalui APBD, tentu cukup berat bagi pemerintah daerah. Karena itu, perhatian dan dukungan pemerintah pusat ini harus kita tangkap dengan baik," kata dia.
Ia mengatakan pembangunan flyover Bulak Kapal merupakan langkah penting dalam meningkatkan keselamatan dan kelancaran arus kendaraan khususnya di kawasan perlintasan sebidang kereta api yang selama ini menjadi salah satu titik kepadatan lalu lintas.
"Setelah flyover beroperasi, penutupan perlintasan sebidang perlu menjadi bagian dari penataan lalu lintas. Yakni guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan mengurangi potensi konflik antara kendaraan dengan perjalanan kereta api," pungkas dia.
Sekadar informasi, bahwa proses pembangunan flyover Bulak Kapal rencananya akan dimulai pada 15 November 2026 tahun ini. Proyek tersebut diperkirakan memakan waktu 16 hari kerja atau rampung pada tahun 2028 mendatang. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!