Badan Geologi: Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi
Minggu, 01 Nov 2026, 21:27 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Magma Indonesia
JAKARTA - Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, kembali menunjukkan aktivitas erupsi pada Sabtu sore-malam, Sabtu (31/10). Kementerian ESDM melalui PVMBG mencatat, tujuh kali erupsi dan status gunung tersebut masih berada pada Level III (Siaga).
Dalam laporan pukul 21.38 WIB, Badan Geologi Kementerian ESDM menyebut erupsi terakhir terjadi pada pukul 20.50 WIB. Tinggi kolom abu tidak teramati dan aktivitas erupsi masih berlangsung ketika laporan disusun.
"Telah terjadi erupsi G Anak Krakatau, Lampung, pada tanggal 31 Oktober 2026 pukul 20.50 WIB, namun tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat," kata Badan Geologi Kementerian ESDM dalam laporan tersebut, Minggu (1/11).
Berdasarkan catatan PVMBG, aktivitas erupsi terjadi pada pukul 18.30 WIB dan 19.42 WIB. Letusan berikutnya, tercatat pada pukul 19.59 WIB, 20.02 WIB, 20.06 WIB, 20.11 WIB, serta 20.50 WIB.
Pada erupsi pukul 19.59 WIB, aktivitas terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 51 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 10 detik. Sementara itu, letusan pukul 20.02 WIB memiliki amplitudo maksimum 55 milimeter dengan durasi sekitar 1 menit 57 detik.
"Erupsi pada pukul 20.06 WIB tercatat memiliki amplitudo maksimum 51 milimeter dengan durasi sekitar 2 menit 36 detik. Adapun pada kejadian pukul 18.30 WIB, 19.42 WIB, 20.11 WIB, dan 20.50 WIB, tinggi kolom erupsi atau abu tidak teramati dalam laporan pengamatan," ucap laporan tersebut.
PVMBG memastikan status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat, wisatawan, dan pendaki diminta mematuhi rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan.
PVMBG pun melarang masyarakat maupun pengunjung memasuki dan melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi Gunung Anak Krakatau. Larangan juga diberlakukan, pada area radius 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara gunung tersebut.
Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai potensi lontaran batu pijar, hujan abu lebat, dan aliran lava. Ancaman erupsi sekunder, juga dapat terjadi akibat kontak material lava panas dengan air laut maupun air hujan di dalam radius 5 kilometer.
Masyarakat di wilayah pesisir Banten dan Lampung, diimbau tetap tenang. Serta, tidak mudah percaya terhadap kabar yang menyebut erupsi Anak Krakatau akan menyebabkan tsunami.
"Untuk memperoleh informasi resmi mengenai aktivitas gunung, masyarakat dapat menghubungi PVMBG Badan Geologi di nomor (022) 7272606. Informasi juga dapat diperoleh melalui Pos Pengamatan Gunung Api Krakatau di nomor (0254) 651449 atau 085846324506," ujar mereka. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!