Lampu Kuning! Penciptaan Lapangan Kerja Memburuk
Kamis, 29 Okt 2026, 00:16 WIB | Oleh: Tim RedaksiDosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB Suhartoko, menyoroti kesenjangan antara proyeksi pertumbuhan ekonomi yang positif dengan kualitas penyerapan tenaga kerja di Indonesia.
International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,1% pada 2026. Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) bahkan menaikkan proyeksi menjadi 5,2%.
Menurut YB Suhartoko, penopang pertumbuhan tersebut adalah konsumsi rumah tangga yang tetap menjadi motor penggerak utama, serta belanja pemerintah dan investasi melalui akselerasi program prioritas dan belanja modal.
Ia mencatat, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) Indonesia mencapai Rp1.089.500 miliar pada kuartal II 2026, naik dari Rp1.037.700 miliar pada kuartal I 2026. "Melihat data ini seharusnya menghasilkan penyerapan tenaga kerja yang cukup besar," ujar Suhartoko
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, dirinya mempertanyakan bagaimana dengan struktur ketenagakerjaan saat ini.
Berdasarkan data per Mei 2026, pekerja penuh (≥35 jam per minggu) sebesar 98,98 juta orang. Sementara pekerja paruh waktu 38,42 juta orang dan setengah pengangguran 10,79 juta orang.
"Bagaimana dengan struktur ketenagakerjaan di Indonesia? Struktur ketenagakerjaan per Mei 2026, pekerja penuh 98,98 juta orang. Pekerja paruh waktu 38,42 juta orang. Setengah pengangguran 10,79 juta orang," katanya.
Menurutnya, besarnya jumlah pekerja paruh waktu dan setengah pengangguran ditambah banyaknya tenaga kontrak di kelompok pekerja penuh waktu menunjukkan kualitas penyerapan kerja masih lemah.
"Besarnya pekerja paruh waktu dan setengah pengangguran ditambah di pekerja penuh waktu banyak juga tenaga kontrak, maka memang benar kualitas penyerapan tenaga kerja harus ditingkatkan," tegas Suhartoko.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!