Incar Operator Telekomunikasi Indonesia, Raksasa AI Tencent Invasi Pasar Nasional
Kamis, 29 Okt 2026, 20:24 WIB | Oleh: Alfred"Kedua, kami akan membangun infrastruktur dengan efisiensi biaya yang tinggi. Menghadapi lonjakan kebutuhan data, komputasi umum, dan penyimpanan akibat gelombang AI, kami terus merancang serta mengoptimalkan arsitektur perangkat lunak dan perangkat keras," tambah Dowson.
Ia mencontohkan, generasi baru komputasi awan server Tencent, SA10, mendukung konfigurasi komputasi berkapasitas tinggi yang dapat sangat efisien dari segi biaya bagi pelanggan dan sangat sesuai untuk menjalankan agen AI.
"Bagi pelanggan yang memiliki pusat data sendiri dan ingin meningkatkan teknologi virtualisasi menjadi arsitektur 'cloud-native', kami telah menurunkan skala minimum penerapan solusi 'cloud privat TCE' dari 14 server menjadi delapan server sehingga hal itu mengurangi biaya penerapan," ungkap Dowson.
Sedangkan pada tingkat model AI, model sumber terbuka (open source) buatan China, menurut Dowson, menunjukkan pengalaman penggunaan yang sangat baik serta efisiensi biaya yang tinggi dalam berbagai skenario penggunaan dengan frekuensi tinggi, seperti pekerjaan kantor, penelitian dan pembuatan konten.
Strategi ketiga yaitu Tencent mempercepat ekspansi internasional berbagai produk agen AI, termasuk CodeBuddy, WorkBuddy, Tencent Design, ADP, Magic AI, Agent Runtime, dan produk lainnya.
"Baik karyawan perusahaan China yang ditugaskan ke luar negeri maupun tim lokal pelanggan internasional dapat bekerja sama melalui satu ruang kerja AI yang terpadu dan kami terus membantu berbagai perusahaan 'platform' luar negeri membangun ekosistem 'superapp' lokal," kata Dowson.
Sedangkan Direktur Teknologi Informasi XlSmart Yessie D Yosetya dalam sesi pleno mengungkapkan kerja sama dengan Tencent memudahkan "merger" sistem yang dimiliki dua perusahaan.
"Dengan bantuan Tencent, kami mampu menyelesaikan proses tersebut dalam waktu hanya dalam waktu 4,5 bulan, sesuai rencana modernisasi. Lebih dari 60 aplikasi telah dimodernisasi dan dipindahkan ke 'Tencent Cloud'," kata Yessie.
Ia juga menyebut lebih dari 1.100 API, lebih dari 1.200 layanan mikro serta basis data sebesar 15 terabita dipindahkan ke "Tencent Cloud" dalam waktu yang sangat singkat.
"Menurut saya, kekuatan terbesar yang dibawa Tencent adalah investasi mereka dalam mengembangkan berbagai perangkat yang memungkinkan kami melakukan migrasi dengan cepat," ungkap Yessie.
Yessie menyebut, Tencent dinilai gigih dalam mencari solusi dan menyelesaikan masalah dalam proses migrasi.
"Karena setelah merger, memang kita harus kita harus mengevaluasi ulang seluruh infrastruktur karena sebetulnya dari kacamata pengalaman pengguna, mereka tidak perlu tahu seperti apa dapurnya, yang penting dari sisi pengguna, secara aplikasi, mereka lebih mudah, lebih smooth, lebih seamless," tambah Yessie.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!