Komputasi AI Mendunia, Kadin: Jangan Sampai RI Cuma Jadi Pasar
Rabu, 28 Okt 2026, 22:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ Desca Lidya Natalia.
JAKARTA – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menilai Indonesia berpotensi meningkatkan peran dalam industri kecerdasan artifisial (AI) dengan mengembangkan kemampuan komputasi, bukan hanya menyediakan infrastruktur pusat data.
"Kita tidak boleh hanya menjadi penyedia pusat data, tetapi juga harus menjadi pusat komputasi. Kita harus melakukan lebih banyak kegiatan komputasi," kata Anindya dalam diskusi panel Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Rabu (28/10).
Menurut dia, pengembangan industri AI perlu diarahkan agar Indonesia tidak hanya menyediakan fasilitas fisik, pasokan listrik, air dan infrastruktur pendukung pusat data, tetapi juga mengambil peran dalam pemanfaatan kemampuan komputasi.
Kemampuan komputasi merupakan daya pemrosesan yang digunakan untuk mengolah data, melatih model AI, serta menjalankan berbagai aplikasi dan layanan digital.
Dengan mengembangkan kemampuan tersebut, lanjut dia, Indonesia berpeluang memperluas kegiatan ekonomi berbasis teknologi dan memperoleh nilai tambah dari perkembangan industri AI.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam diskusi panel terkait pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan daya saing industri nasional, Anindya juga menekankan pentingnya memperluas kegiatan ekonomi dari pemanfaatan sumber daya alam dan energi hingga penyediaan daya komputasi.
"Kita perlu beralih dari menjual sumber daya alam menuju energi, daya komputasi, token, dan sebagainya, dan saya pikir kita bisa melakukannya," ucap Anindya.
Ia menilai pengembangan teknologi menjadi salah satu faktor yang dapat membantu dunia usaha memperbesar skala kegiatan ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing di pasar regional.
Selain penguatan kemampuan komputasi, Anindya menekankan manfaat AI dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi kegiatan usaha.
"AI saya rasa akan membantu besar sekali untuk membuat menjadi lebih produktif," ujar dia.
Menurut dia, pemanfaatan AI memungkinkan berbagai pekerjaan diselesaikan dengan lebih cepat, menghasilkan kualitas lebih baik, dan menggunakan biaya lebih efisien.
Meski demikian, Anindya mengingatkan bahwa perkembangan AI juga dapat mengubah kebutuhan tenaga kerja, termasuk menggantikan sejumlah tugas yang selama ini memerlukan keterampilan khusus.
Karena itu, ia memandang kemampuan memahami persoalan secara menyeluruh dan membaca arah perkembangan teknologi akan semakin penting bagi pelaku usaha maupun tenaga kerja.
Anindya juga menekankan pentingnya kemampuan komunikasi, kerja sama dan hubungan antarmanusia dalam pengambilan keputusan bisnis di tengah perkembangan teknologi.
"Meskipun mesin dapat berkomunikasi dengan mesin, keputusan tetap dibuat oleh manusia," katanya.
Ia mengatakan bahwa keterampilan membangun hubungan dengan pihak lain serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan turut diperlukan untuk mendukung keberlanjutan kegiatan usaha.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!