Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Perajin Batik Pekalongan Diajak Jaga Tradisi Membatik dan Gunakan Industri Ramah Lingkungan

27 Selasa, 27 Okt 2026, 19:03 WIB | Oleh:
Perajin Batik Pekalongan Diajak Jaga Tradisi Membatik dan Gunakan Industri Ramah Lingkungan Perajin Batik Pekalongan Diajak Jaga Tradisi Membatik dan Gunakan Industri Ramah Lingkungan Doc: Antara/Sigid Kurniawan
Ket. Perajin batik Pekalongan saat membuat batik.

PEKALONGAN, JAWA TENGAH - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, Jawa Tengah, mengajak perajin batik menjaga tradisi membatik sekaligus mendorong industri yang ramah lingkungan.

Pada kegiatan Pameran Kolaborasi Museum Batik dengan Green Batik di Pekalongan, Selasa (27/10), Wakil Wali Kota Pekalongan Balgis Diab mengatakan pameran tersebut menjadi langkah inovatif karena tidak hanya menampilkan kain batik saja, tetapi juga memperkenalkan praktik membatik yang memperhatikan kelestarian lingkungan.

"Kami berharap tradisi batik tetap terjaga, inovasi terus berkembang, dan pencemaran akibat limbah batik dapat dikurangi," katanya.

Pemeran bertajuk "Menjaga Tradisi, Merangkul Inovasi" yang digelar hingga Desember 2026 di Museum Batik Kota Pekalongan ini menghadirkan perpaduan karya batik, inovasi pembatik, dan teknologi pengolahan limbah cair batik.

Sebanyak 14 pembatik terlibat dalam kegiatan tersebut dengan mengusung konsep green batik atau batik ramah lingkungan.

Ia mengatakan salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam pameran ini adalah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) mini untuk mengolah limbah cair batik agar dapat dimanfaatkan kembali sesuai peruntukannya.

20261027185724_WhatsApp-Image-2026-10-27-at-14.34.52.jpeg

Wakil Wali Kota Pekalongan Balgis Diab. Antara/Kutnadi

Teknologi tersebut, kata dia, menjadi bagian penting dalam mendorong praktik industri batik yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Ia berharap IPAL  mini berasal dari hasil kerja sama dengan Pemerintah Belanda tersebut dapat menjadi proyek percontohan yang berpotensi dikembangkan lebih luas.

Pemerintah daerah, kata dia, akan mengkaji keberlanjutan dan peluang replikasi teknologi tersebut agar semakin banyak pembatik dapat memanfaatkannya.

"Kami berharap teknologi ini bisa dikembangkan, sehingga para pembatik memiliki fasilitas pengolahan limbah minimal seperti IPAL komunal. Dengan begitu, sungai tetap bersih, sementara para pembatik tetap produktif dan mampu meningkatkan pendapatan ekonominya," kata Balqis. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Air Mata di Balik Jersey Merah Putih! Film Dokumen Perjuangan Timnas Indonesia "The Longest Wait" Siap Guncang Bioskop!

Air Mata di Balik Jersey Merah Putih! Film Dokumen Perjuangan Timnas Indonesia "The Longest Wait" Siap Guncang Bioskop!

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.