Mentan Tegaskan Pasokan Beras Aman jelang Nataru
Senin, 26 Okt 2026, 22:30 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Kementerian Pertanian RI
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, memastikan pasokan beras nasional aman menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Cadangan beras pemerintah di Perum Bulog mencapai sekitar 4,5 juta ton, didukung produksi dalam negeri yang berkelanjutan.
Ia menegaskan Indonesia mempertahankan swasembada beras selama dua tahun pemerintahan tanpa impor. Ketersediaan beras nasional juga ditopang oleh cadangan pemerintah, produksi di lahan, dan beras yang beredar di masyarakat.
“Pangan kita, khususnya beras yang menjadi pangan strategis, selama dua tahun pemerintahan saat ini swasembada berkelanjutan. Tahun lalu tidak impor, tahun ini juga tidak impor,” kata dia dikutip dari laman Kementerian Pertanian, Senin (26/10).
Amran memastikan ketersediaan beras nasional mencukupi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan mendatang. Ia juga menyebut stok beras nasional saat ini mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah.
“Insyaallah stok kita aman, aman sampai bulan Juli. Stok kita tertinggi sepanjang sejarah saat ini,” ujar dia.
Cadangan beras pemerintah di Perum Bulog saat ini mencapai sekitar 4,5 juta ton. Selain itu, pemerintah memperhitungkan produksi yang masih berada di lahan atau standing crop serta stok beras di sektor hotel, restoran, dan katering (horeka).
Amran menyebut produksi yang masih berada di lahan mencapai sekitar 10 juta ton. Sementara itu, stok beras di sektor horeka diperkirakan mencapai 10 juta ton.
“Standing crop kita itu 10 juta ton, kemudian horeka itu 10 juta ton. Di Bulog 4,5 juta ton, total sekitar 25 juta ton,” ujar dia.
Pemerintah memperkirakan kebutuhan beras nasional mencapai sekitar 2,5 juta ton setiap bulan. Dengan perhitungan tersebut, ketersediaan beras nasional diperkirakan mencukupi kebutuhan hingga Juli-Agustus 2027.
Selain mengandalkan cadangan beras, pemerintah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga produksi di tengah ancaman El Nino. Langkah tersebut mencakup pompanisasi, optimalisasi lahan, perbaikan irigasi, dan penggunaan benih tahan kekeringan.
“Jadi, El Nino tidak perlu mengkhawatirkan karena kita sudah mengantisipasi sebelumnya,” katanya. Ia menjelaskan pemerintah memperkuat pompanisasi, optimalisasi lahan, perbaikan irigasi, serta penggunaan benih tahan kekeringan.
Pemerintah menjalankan langkah tersebut untuk menjaga kesinambungan produksi beras dalam negeri. Upaya ini juga bertujuan mengantisipasi risiko penurunan produksi akibat perubahan kondisi iklim.
Keberlanjutan swasembada beras tanpa impor menjadi salah satu modal pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Pemerintah mengandalkan cadangan beras dan produksi domestik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!