Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Fraud Digital Makin Canggih, Auditor Forensik Harus Lebih Tajam

27 Selasa, 27 Okt 2026, 20:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Fraud Digital Makin Canggih, Auditor Forensik Harus Lebih Tajam Fraud Digital Makin Canggih, Auditor Forensik Harus Lebih Tajam Doc: ANTARA/HO-BPK
Ket. Ketua BPK Isma Yatun memberikan sambutan dalam pembukaan seminar nasional Asosiasi Auditor Forensik Indonesia (AFFI) Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

JAKARTA – Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Isma Yatun mendorong penguatan peran auditor forensik dalam penanganan fraud dan korupsi di era digital.

Menurut dia, terdapat tiga agenda strategis yang perlu didorong bersama yaitu penguatan sistem pencegahan dan pendeteksian fraud berbasis teknologi dan analisis data, memperkuat kapabilitas auditor forensik dan auditor internal, serta mendorong transformasi manajemen yang adaptif dan berintegritas.

"Transformasi digital telah membawa perubahan besar dalam interaksi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Teknologi menciptakan efisiensi, mempercepat pengambil keputusan, dan membuka peluang inovasi. Namun, di sisi lain, perkembangan teknologi juga menghadirkan risiko kecurangan dan korupsi dengan modus yang semakin kompleks," ucapnya dalam sambutan pembukaan seminar nasional Asosiasi Auditor Forensik Indonesia (AFFI) Tahun 2026, dikutip dari keterangan resminya di Jakarta, Selasa (27/10).

Karena itu, perkembangan teknologi yang semakin canggih dinilai perlu diiringi dengan perkembangan pendekatan pengawasan dan penegakan integritas dengan kecepatan yang sama.

Auditor forensik memiliki peran strategis dalam mengungkap terjadinya penyimpangan, membantu untuk menjelaskan bagaimana penyimpangan dilakukan, pihak-pihak yang terlibat, dampak yang ditimbulkan, serta bagaimana mencegah hal serupa tidak terulang kembali.

Sementara itu, lanjutnya, peran auditor internal berada di lini strategis dalam memastikan efektivitas pengendalian, mengidentifikasi risiko sejak dini, memperkuat budaya integritas, serta memberikan keyakinan bahwa organisasi mampu beradaptasi terhadap perubahan tanpa mengorbankan akuntabilitas.

Untuk itu, Isma menekankan pentingnya sinergi antara auditor forensik dan auditor internal. Dia menganggap auditor forensik dan auditor internal dalam satu rantai nilai yang saling melengkapi.

Artinya, auditor internal berperan memperkuat ketahanan organisasi melalui pencegahan dan perbaikan sistem, sementara auditor forensik berperan memberikan respons terhadap indikasi penyimpangan sekaligus menghasilkan pembelajaran untuk penyempurnaan tata kelola.

"Ketika keduanya bekerja secara sinergis, organisasi akan memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk mencegah fraud, mendeteksi penyimpangan dengan cepat, dan membangun kepercayaan publik secara berkelanjutan," ujar Ketua BPK.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Air Mata di Balik Jersey Merah Putih! Film Dokumen Perjuangan Timnas Indonesia "The Longest Wait" Siap Guncang Bioskop!

Air Mata di Balik Jersey Merah Putih! Film Dokumen Perjuangan Timnas Indonesia "The Longest Wait" Siap Guncang Bioskop!

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.