Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Wacana Rating Mandiri Bergulir, BEI Gandeng Pemerintah dan DPR

27 Selasa, 27 Okt 2026, 20:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wacana Rating Mandiri Bergulir, BEI Gandeng Pemerintah dan DPR Wacana Rating Mandiri Bergulir, BEI Gandeng Pemerintah dan DPR Doc: ANTARA/ Dhemas Reviyanto.
Ket. Ilustrasi - Seorang pria berjalan di atas layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan menghargai dan menerima masukan dari semua pihak, termasuk terkait dengan wacana untuk menyusun dan menentukan pemeringkatan pasar modal Indonesia secara mandiri.

Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi memastikan, BEI terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan semua pihak, termasuk pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), untuk memperkuat pasar modal Indonesia.

“Seperti yang disampaikan pak Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi ke media, pada prinsipnya kami menghargai dan menerima masukan dari semua pihak, yang pada dasarnya tentu bentuk perhatian dan untuk kebaikan pasar modal,” ujar Iding kepada wartawan di Jakarta, Selasa (27/10).

Iding memastikan, BEI terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah maupun DPR sebagai upaya memperkuat pasar modal Indonesia.

“BEI selalu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan semua pihak, termasuk DPR dan pihak pemerintah,” ujar Iding.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan akan melakukan koordinasi lebih lanjut menanggapi wacana pemeringkatan pasar modal Indonesia secara mandiri tersebut.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, OJK menyambut baik dukungan dan koordinasi dari berbagai pihak untuk memperkuat pasar modal Indonesia.

“Untuk hal yang spesifik seperti yang ditanyakan, nanti pada waktunya kami akan koordinasi lebih lanjut ya,” kata Hasan.

Hasan melanjutkan, masukan positif dari berbagai pihak dapat membantu memperkuat kondisi pasar modal Indonesia, di tengah upaya pembenahan dan peningkatan kredibilitas pasar.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad mengusulkan supaya Indonesia menyusun dan menentukan pemeringkatan pasar modalnya sendiri, sebagaimana unggahan di akun Instagram resminya, @sufmi_dasco, pada Sabtu (24/10).

“Di Bursa kita, bersama akan kita buat dan tentukan rating kita sendiri. Kita bersatu, bergerak dan berjuang. Menuju Bangsa Pemenang!” tulis Dasco.

Wacana tersebut disampaikan tidak lama setelah pengumuman penyedia indeks global MSCI untuk melakukan evaluasi terhadap pasar modal Indonesia.

Pada 16 Oktober 2026, MSCI mengumumkan untuk membuka konsultasi mengenai kemungkinan penurunan status pasar modal Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Standalone Market.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Air Mata di Balik Jersey Merah Putih! Film Dokumen Perjuangan Timnas Indonesia "The Longest Wait" Siap Guncang Bioskop!

Air Mata di Balik Jersey Merah Putih! Film Dokumen Perjuangan Timnas Indonesia "The Longest Wait" Siap Guncang Bioskop!

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.