Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Urban Farming Digenjot, Semarang Lawan Ancaman Krisis Pangan

27 Selasa, 27 Okt 2026, 20:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Urban Farming Digenjot, Semarang Lawan Ancaman Krisis Pangan Urban Farming Digenjot, Semarang Lawan Ancaman Krisis Pangan Doc: ANTARA/HO-Pemkot Semarang
Ket. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti saat panen di demplot ubi jalar di Jalan Payung Mas Raya, RW 12, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik.

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang mendorong masyarakat untuk mengembangkan "urban farming" atau pertanian perkotaan di lahan-lahan terbatas, seperti pekarangan rumah.

"Keterbatasan lahan di perkotaan tidak menutup peluang masyarakat untuk memproduksi pangan," kata Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, di Semarang, Selasa (27/10), saat menghadiri panen ubi jalar di lahan percontohan seluas sekitar 1.000 meter persegi.

Ia mengapresiasi apa yang dilakukan kelompok warga di demplot ubi jalar di Jalan Payung Mas Raya, RW 12, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik itu.

Ia menjelaskan, panen kali ini merupakan yang ketiga sejak demplot tersebut dikembangkan, setelah dua kali panen pada 2025.

"Demplot tersebut memanfaatkan 'planter bag' untuk membudidayakan ubi jalar varietas Sumbawa dan Cilembu," katanya.

Menurut dia, pemanfaatan ruang yang tersedia untuk pertanian perlu terus dikembangkan agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam memenuhi kebutuhan pangan.

"Lahan yang tersedia tetap dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pangan, asalkan dikelola dengan tepat dan berkelanjutan," katanya.

Ia menyebutkan bahwa Kota Semarang saat ini memiliki 199 kelompok "urban farming" dan 105 kelompok tanaman pangan.

Karena itu, ia mendorong pengembangan kelompok-kelompok tersebut melalui pendampingan agar kegiatan budi daya dapat berjalan lebih produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain meningkatkan produksi, ia juga menekankan pentingnya diversifikasi pangan dengan memperluas pemanfaatan sumber karbohidrat selain beras, seperti ubi jalar, singkong, dan jagung.

Pengembangan komoditas tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memanfaatkan potensi pangan lokal, sekaligus memperkaya pilihan konsumsi masyarakat.

Di sisi lain, kata dia, hasil budi daya juga berpeluang memberikan nilai tambah melalui pengolahan dan pemasaran.

Ubi jalar, misalnya, dapat diolah menjadi keripik, tepung, kue, dan berbagai produk pangan lainnya sehingga pengembangan produk olahan membuka peluang usaha bagi masyarakat, sekaligus memperluas pemanfaatan hasil panen.

"Ketika produksi pertanian terhubung dengan pengolahan dan pasar, 'urban farming' dapat menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat," katanya.

Agustina berharap demplot ubi jalar di Pudakpayung dapat menjadi inspirasi bagi kelompok pertanian perkotaan lainnya di Kota Semarang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Air Mata di Balik Jersey Merah Putih! Film Dokumen Perjuangan Timnas Indonesia "The Longest Wait" Siap Guncang Bioskop!

Air Mata di Balik Jersey Merah Putih! Film Dokumen Perjuangan Timnas Indonesia "The Longest Wait" Siap Guncang Bioskop!

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.