Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Waspada Razia! Operasi Patuh Jaya 2026 Resmi Digelar, Incar Helm Tak SNI dan Lawan Arah

27 Selasa, 27 Okt 2026, 17:28 WIB | Oleh:
Waspada Razia! Operasi Patuh Jaya 2026 Resmi Digelar, Incar Helm Tak SNI dan Lawan Arah Waspada Razia! Operasi Patuh Jaya 2026 Resmi Digelar, Incar Helm Tak SNI dan Lawan Arah Doc: ANTARA/Siti Nurhaliza
Ket. Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Timur menggelar Operasi Patuh Jaya 2026 di Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (27/10).

JAKARTA - Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Timur (Jaktim) menyasar sejumlah pelanggaran yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas dalam Operasi Patuh Jaya 2026.

"Untuk sasaran Operasi Patuh Jaya 2026, yang pertama tidak menggunakan helm SNI, lanjut melawan arus, tidak menggunakan sabuk keselamatan," kata Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas Jakarta Timur Kompol Sunaryo saat pelaksanaan operasi di perempatan Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (27/10).

Lalu, Operasi Patuh Jaya juga menyasar kendaraan dengan kecepatan tinggi, hingga penggunaan knalpot brong.

Menurut dia, penertiban tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas.

"Pengendara diharapkan tidak hanya memperhatikan kelengkapan kendaraan, tetapi juga mengutamakan keselamatan saat berada di jalan raya," ujar Sunaryo.

Selain itu, Satlantas Jakarta Timur turut menyoroti perilaku pengendara yang berupaya menghindari kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

"Untuk fenomena saat ini, pengguna jalan untuk menghindari capture-an ETLE, mereka sebagian tidak memasang pelat nomor. Yang kedua, ada pelat nomornya, namun sebagian ditutupi untuk menghindari capture-an," jelasnya.

Penindakan dalam Operasi Patuh Jaya 2026 saat ini mengedepankan sistem tilang elektronik melalui kamera ETLE. Dengan mekanisme tersebut, pelanggaran yang terekam kamera menjadi dasar penindakan terhadap pengendara.

"Untuk saat ini, tilang manual ditiadakan. Kami mengedepankan penindakan secara capture ETLE," ucapnya.

Adapun Operasi Patuh Jaya 2026 yang digelar selama 14 hari sejak 26 Oktober hingga 8 November ini melibatkan Satlantas Jakarta Timur, Dinas Perhubungan, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi peraturan lalu lintas, melengkapi perlengkapan keselamatan, dan menghindari perilaku berkendara yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Sunaryo mengimbau, masyarakat agar menjadikan keselamatan sebagai prioritas dalam setiap perjalanan sehingga ketertiban lalu lintas dapat terwujud dan risiko kecelakaan di jalan raya dapat ditekan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Ajang Festival Jakarta World Cinema Kembali Hadir

27 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Ajang Festival Jakarta Worl...
Nasional
Sukseskan Angkutan Nataru, ...
Luar Negeri
Mahasiswa Prancis Ancam Lan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sejumlah Film Indonesia Ikut Festival Film Tokyo 2026, Apa Saja?

Sejumlah Film Indonesia Ikut Festival Film Tokyo 2026, Apa Saja?

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.