Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Suhu Laut Memanas Bikin Terumbu Karang Australia Berada di Ambang Kehancuran

25 Minggu, 25 Okt 2026, 16:28 WIB | Oleh:
Suhu Laut Memanas Bikin Terumbu Karang Australia Berada di Ambang Kehancuran Suhu Laut Memanas Bikin Terumbu Karang Australia Berada di Ambang Kehancuran Doc: AFP/DAVID GRAY

MELBOURNE - Setiap ekosistem terumbu karang di perairan dangkal Australia menghadapi risiko keruntuhan yang sangat tinggi pada 2075, terutama akibat pemanasan laut yang telah diperkirakan, demikian menurut sebuah evaluasi global.

Evaluasi tersebut, yang dipimpin oleh para peneliti dari Uni Internasional untuk Konservasi Alam (International Union for Conservation of Nature/IUCN) di Universitas Melbourne, Australia, bersama lebih dari 250 peneliti yang berasal dari 80 lebih negara dan kawasan, menemukan bahwa 96 persen ekosistem terumbu karang di dunia yang telah dievaluasi dikategorikan sebagai terancam kritis (critically endangered), termasuk seluruh 17 ekosistem terumbu karang di Australia, papar pernyataan universitas yang dirilis pada Kamis (22/10).

Para peneliti mengidentifikasi pemanasan laut akibat perubahan iklim sebagai ancaman yang paling luas penyebarannya dan paling parah bagi terumbu karang, dengan gelombang panas laut yang semakin sering terjadi mengakibatkan pemutihan karang secara massal dan kematian karang dalam skala luas.

Studi tersebut mengevaluasi ekosistem terumbu karang di 127 ekoregion laut tropis dan subtropis, termasuk Great Barrier Reef di Australia, Coral Triangle di Asia Tenggara dan Pasifik bagian barat, Mesoamerican Barrier Reef, serta Laut Merah.

Mishal Gudka, seorang peneliti di Universitas Melbourne sekaligus pemimpin ilmiah dalam evaluasi ini, mengatakan bahwa sebagian besar risiko tersebut dipicu oleh perubahan yang telah diprediksi namun belum sepenuhnya terwujud, sehingga saat ini merupakan periode krusial bagi upaya konservasi dan aksi iklim.

Meskipun hanya mencakup kurang dari 1 persen area dasar laut, terumbu karang menjadi tempat hidup bagi sekitar seperempat dari seluruh spesies laut serta menyediakan habitat, makanan, dan tempat berkembang biak bagi ribuan spesies, sekaligus mendukung perikanan, pariwisata, dan perlindungan pesisir bagi jutaan orang, kata para peneliti.

Evaluasi tersebut memperingatkan bahwa pengelolaan lokal yang lebih kuat dan dekarbonisasi yang cepat dapat membantu mencegah keruntuhan terumbu karang, tetapi kesempatan untuk mengambil tindakan semakin sempit. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
MotoGP Australia di Phillip Island Dibatalkan akibat Cuaca Buruk, Marquez Gagal Perlebar Keunggulan

MotoGP Australia di Phillip Island Dibatalkan akibat Cuaca Buruk, Marquez Gagal Perlebar Keunggulan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.