Tanggul Sungai Jebol, Petani Aceh Panen Padi yang Terendam Banjir
Minggu, 25 Okt 2026, 15:13 WIB | Oleh: Tim PenulisMenurut dia, sektor pertanian menjadi sumber penghidupan utama bagi sebagian besar masyarakat Desa Teluk Halban. Banjir yang berulang menyebabkan petani menghadapi ketidakpastian pendapatan dan menghambat kegiatan bercocok tanam.
Selain sawah milik masyarakat, banjir juga mengancam lahan percontohan penerapan teknologi pertanian (PMAAS) seluas sekitar satu hektare yang sebelumnya telah ditanami pada Juli lalu. Lahan tersebut belum dapat dipanen meskipun tanaman padi sudah menguning.
Abdullah berharap, perbaikan tanggul di Desa Marlempang segera dilakukan agar genangan tidak terus mengancam areal persawahan sehingga petani dapat kembali menjalankan kegiatan pertanian secara normal.
"Percepatan penanganan tanggul sangat penting untuk mengurangi risiko kerugian petani, terutama ketika banjir terjadi menjelang masa panen," ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Plt Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan (Distanakbun) Aceh Tamiang, Irwan Hadi membenarkan dampak tanggul jebol berimbas terhadap ratusan hektar sawah di wilayah pesisir Aceh Tamiang kebanjiran. Sejauh ini pihaknya masih melakukan pendataan valid dari lapangan.
"Iya, banyak sawah yang terimbas banjir. Tapi kami belum dapat update infonya berapa hektare. Sudah kita tanyakan kepada petugas, ini sedang tunggu data masuk," demikian Irwan Hadi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!