Seruni dan Dekranas Salurkan 500 Kacamata untuk Penenun Lansia di Bali
Minggu, 25 Okt 2026, 17:00 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Kemendagri
JAKARTA - Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih bersama Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) menyalurkan 500 kacamata bagi warga lanjut usia (lansia), khususnya penenun kain Gringsing di Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Kabupaten Karangasem, Bali. Bantuan tersebut diserahkan saat kunjungan Ketua Umum Seruni sekaligus Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian bersama Ketua Umum Dekranas sekaligus Pembina Seruni Selvi Gibran Rakabuming, Jumat (23/10/2026).
Pemberian kacamata disertai pemeriksaan mata untuk mengetahui tingkat minus penerima agar bantuan sesuai dengan kebutuhan penglihatan masing-masing. Kegiatan ini menjadi bagian dari perhatian terhadap kesehatan para penenun lansia sekaligus upaya mendukung keberlangsungan tradisi tenun Gringsing yang menjadi ciri khas desa tersebut.
Tri Tito Karnavian mengapresiasi kekayaan adat istiadat dan budaya yang masih dipertahankan masyarakat Desa Tenganan Pegringsingan. Ia menilai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun di desa adat tersebut merupakan kekayaan budaya yang perlu dijaga agar tetap lestari.
“Ini memang suatu desa adat yang harus kita pertahankan adat istiadatnya karena merupakan warisan budaya yang luar biasa,” ujar Tri.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas sambutan masyarakat selama kunjungan berlangsung. Ia berharap perhatian terhadap desa adat tersebut dapat turut mendorong pengembangan potensi lokal, termasuk di bidang kebudayaan dan ekonomi masyarakat.
Selvi Gibran Rakabuming mengaku terkesan dengan kehidupan masyarakat Desa Adat Tenganan Pegringsingan, terutama tradisi pembuatan kain Gringsing yang dikenal sebagai produk khas daerah tersebut. Menurutnya, keberadaan kain tenun tradisional ini perlu didukung agar keterampilan pembuatannya dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Saya secara pribadi baru pertama kali datang mengunjungi Desa Adat Tenganan Pegringsingan ini dan sangat terkesan sekali terutama dengan kehidupan di desa adat ini dan juga kain tenunnya yang cukup terkenal adalah namanya kain Gringsing,” ujar Selvi.
Ia menilai regenerasi penenun menjadi tantangan penting untuk memastikan tradisi tersebut tetap bertahan. Keterlibatan generasi muda diperlukan agar proses pembuatan kain Gringsing tidak bergantung pada para perajin senior yang suatu saat akan berhenti menenun.
“Kalau yang sepuh-sepuh yang sudah tua-tua sudah pensiun tidak menenun lagi, harapannya ada regenerasi dari yang muda-muda mungkin nanti kalau untuk pembinaan kami dari Dekranas siap untuk membantu,” ungkapnya.
Selvi menyatakan Dekranas siap memberikan dukungan pembinaan untuk mendorong regenerasi perajin. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan kerajinan tradisional sekaligus menjaga kain Gringsing sebagai identitas budaya masyarakat Tenganan Pegringsingan.
Selain menyoroti pelestarian kerajinan, Selvi berharap bantuan kacamata dapat membantu para lansia dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan mata yang dilakukan bersamaan dengan penyerahan bantuan juga bertujuan memastikan kacamata yang diterima sesuai dengan kebutuhan penglihatan penerima.
“Ini sudah ada bantuan 500 kacamata, semoga bantuan itu bermanfaat untuk Bapak-Ibu semuanya,” jelasnya.
Dukungan terhadap kesehatan penenun lansia dinilai penting karena mereka merupakan bagian dari masyarakat yang menjaga keberlangsungan tradisi tenun Gringsing. Melalui bantuan kesehatan dan rencana pembinaan bagi generasi muda, Seruni dan Dekranas mendukung upaya masyarakat setempat dalam mempertahankan warisan budaya sekaligus meneruskan keterampilan menenun kepada generasi berikutnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!