Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Diretas, Data 3.897 Nasabah Bank Terbesar India Bocor ke Dark Web

📅 Jumat, 23 Okt 2026, 01:00 WIB | Oleh:
Diretas, Data 3.897 Nasabah Bank Terbesar India Bocor ke Dark Web Doc: AFP/Idrees MOHAMMED
Ket. Para pengguna jalan melintas di depan kantor cabang State Bank of India (SBI) di Bengaluru pada 11 Agustus 2026.

NEW DELHI - Bank terbesar di India, State Bank of India (SBI) diduga mendapat serangan siber yang memicu kekhawatiran keamanan data nasabah setelah informasi pribadi 3.897 pelanggan teridentifikasi terekspos di dark web.

Kebocoran tersebut mencakup nama, nomor telepon, tanggal lahir, jenis kelamin, alamat surat elektronik, dan alamat tempat tinggal nasabah.

SBI menyatakan telah mengaktifkan protokol tanggap darurat dan penanganan insiden siber untuk menyelidiki dugaan kebocoran tersebut. Bank juga melibatkan lembaga keamanan siber independen guna melakukan penilaian menyeluruh, termasuk mengidentifikasi sumber insiden, memeriksa keaslian data, serta menentukan luasnya informasi yang telah terekspos.

Dikutip dari The Times of India, pemeriksaan awal menunjukkan data yang terungkap tidak hanya berisi informasi pribadi nasabah. Sejumlah catatan juga memuat pengenal berkas informasi cabang dan nasabah (Customer Information File/CIF), ID prospek, serta metadata yang berkaitan dengan catatan pinjaman dan calon nasabah.

Investigasi masih berlangsung untuk memastikan apakah seluruh data tersebut autentik dan lengkap, sekaligus menilai potensi risiko yang ditimbulkan. SBI menyatakan langkah perbaikan dan pencegahan sedang diterapkan untuk menangani insiden tersebut.

Pihak bank memperkirakan dugaan kebocoran tidak akan berdampak material terhadap operasional inti, kinerja keuangan, maupun kelangsungan bisnis perusahaan. Namun, penilaian tersebut belum menjawab sepenuhnya risiko yang mungkin dihadapi nasabah akibat tersebarnya informasi pribadi mereka.

Klaim Kelompok Peretas

Dugaan kebocoran mencuat setelah kelompok peretas tak dikenal yang menggunakan nama Siriusim mengklaim telah memperoleh informasi rahasia pelanggan SBI. Data yang disebut-sebut dikuasai kelompok tersebut meliputi identitas pribadi, permohonan pinjaman, hingga dokumen pembukaan rekening.

Akun pemantauan keamanan siber CyberPulse56 menyoroti klaim itu melalui platform media sosial X pada 16 Oktober. Menurut akun tersebut, kelompok peretas diduga memiliki sekitar 380.000 entri data dalam format CSV dan 2.722 dokumen PDF yang dikaitkan dengan bank tersebut.

Kumpulan data itu disebut mencakup informasi pribadi pelanggan, alamat tempat tinggal, dokumen pendukung permohonan pinjaman, serta catatan terkait pengajuan lainnya. Meski demikian, jumlah dan keaslian seluruh data tersebut masih perlu dipastikan melalui penyelidikan.

Informasi yang terekspos berpotensi dimanfaatkan untuk berbagai kejahatan, mulai dari pencurian identitas, penipuan keuangan, serangan phishing yang ditargetkan, hingga pengajuan pinjaman menggunakan identitas orang lain.

Sementara itu, Internet Freedom Foundation, dalam pernyataan pada Rabu (21/10/2026), mempertanyakan cara SBI mengungkapkan insiden tersebut. Yayasan itu menyoroti bahwa bank mengetahui dugaan kebocoran melalui laporan pihak luar setelah data disebut telah dipublikasikan.

Yayasan tersebut juga menilai pengungkapan SBI belum menjelaskan keberadaan dokumen yang diklaim dikuasai peretas maupun isi catatan lain di luar 3.897 data yang telah diidentifikasi.

Selain itu, SBI belum menyampaikan secara terbuka apakah nasabah yang terdampak telah diberi tahu mengenai kemungkinan penyalahgunaan informasi pribadi mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
BMKG Peringatkan Hujan Leba...

Kemenkes Perluas Cek Kesehatan Gratis

33 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenkes Perluas Cek Keseha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.