Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jelang Aksi Demo Nasional 24 Oktober, Prancis Larang Demonstrasi di Marseille

📅 Jumat, 23 Okt 2026, 09:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jelang Aksi Demo Nasional 24 Oktober, Prancis Larang Demonstrasi di Marseille Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Polisi terlibat bentrokan dengan pengunjuk rasa dalam aksi demonstrasi terkait kenaikan biaya hidup, harga bahan bakar, dan pendanaan pendidikan di Paris, Prancis, Sabtu (17/10/2026).

MOSKOW - Kepala prefektur Jacques Witkowski pada Kamis mengumumkan bahwa seluruh demonstrasi di Marseille dan wilayah Bouches-du-Rhone, Prancis, dilarang digelar pada Sabtu (24/10).

Koordinator gerakan Rompi Kuning sebelumnya menyerukan masyarakat di seluruh Prancis untuk mengikuti aksi demonstrasi besar pada 24 Oktober.

Presiden Prancis Emmanuel Macron juga mengumumkan larangan terhadap seluruh demonstrasi yang dijadwalkan pada Sabtu dan hari-hari berikutnya, kecuali aksi yang digelar serikat pekerja.

"Seluruh demonstrasi, baik yang telah diberitahukan secara resmi maupun tidak, akan dilarang di seluruh departemen, termasuk aksi yang tidak berkaitan dengan daya beli masyarakat," kata Witkowski dalam pernyataan yang dikutip penyiar Prancis BFMTV.

Witkowski mengatakan larangan tersebut diperlukan karena "alasan keamanan yang jelas" dan untuk memastikan ketersediaan personel keamanan dalam jumlah yang memadai.

Otoritas setempat juga mengubah ketentuan jam malam di Marseille dan sejumlah kota lainnya mulai Sabtu.

Sebelumnya, jam malam hanya berlaku bagi anak di bawah umur mulai pukul 22.00 hingga 05.00. Aturan baru berlaku bagi seluruh masyarakat mulai pukul 23.00 hingga 05.00 dan akan diberlakukan hingga Senin pagi.

Selain itu, seluruh layanan transportasi umum di wilayah metropolitan Marseille akan dihentikan mulai pukul 05.00 Sabtu hingga pukul 05.00 Minggu.

Aksi protes di Prancis dimulai pada pertengahan September ketika para pelajar sekolah menengah turun ke jalan di kawasan pinggiran Paris untuk menuntut perbaikan kondisi sekolah.

Aksi tersebut kemudian diikuti masyarakat yang memprotes kenaikan harga dan menyebar ke berbagai wilayah lain di Prancis.

Demonstrasi terbesar berlangsung secara nasional pada 17 Oktober dan diikuti sekitar 550 ribu orang, menurut Kementerian Dalam Negeri Prancis.

Dalam aksi tersebut, aparat penegak hukum menggunakan gas air mata, granat kejut, dan meriam air untuk menghadapi para demonstran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Kemenkes Perluas Cek Kesehatan Gratis

16 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenkes Perluas Cek Keseha...

Aldila Tak Mampu Menerobos Semifinal WTA Ningbo

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Aldila Tak Mampu Menerobos ...

El Clasico Jadi Laga Superman Kontra Batman

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
El Clasico Jadi Laga Superm...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.