Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Atasi Banjir di Kota Jayapura, Gubernur Papua Fokus Normalisasi Sungai

1 Jumat, 09 Okt 2026, 22:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Atasi Banjir di Kota Jayapura, Gubernur Papua Fokus Normalisasi Sungai Atasi Banjir di Kota Jayapura, Gubernur Papua Fokus Normalisasi Sungai Doc: ANTARA
Ket. Gubernur Papua Matius D. Fakhiri saat meninjau salah satu titik banjir di Kota Jayapura, Papua, Jumat (9/10).

JAYAPURA  – Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, memfokuskan penanganan banjir berulang di Kota Jayapura melalui normalisasi aliran sungai dan perbaikan saluran drainase guna mengurangi risiko genangan saat curah hujan tinggi.

"Tadi kami bersama beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari provinsi dan kota serta balai teknis terkait meninjau langsung titik yang tergenang agar dapat segera di tangani," katanya usai melakukan peninjauan pada sejumlah lokasi yang terdampak banjir di Kota Jayapura, Jumat (09/10).

Menurut Matius, penanganan banjir membutuhkan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kota Jayapura, dan balai teknis terkait karena titik ini terus berulang terkena banjir sehingga perlu penanganan bersama.

“Ini perlu kolaborasi, kerja sama antara provinsi, kota, dan juga balai. Kami ingin masalah banjir yang sering berulang ini bisa diatasi,” ujarnya.

Dia menjelaskan sejumlah titik yang menjadi perhatian pemerintah meliputi Entrop, kawasan Kantor Badan Perbatasan, Skyland, Pasar Youtefa, Kali Acai, Jalan Raya Abepura di depan kantor pengadilan, Perumnas IV, dan kawasan Organda. Pemerintah juga meninjau titik banjir baru di belakang Lembaga Pemasyarakatan Abepura.

"Saya minta seluruh instansi terkait mempercepat penanganan titik rawan banjir sebelum curah hujan meningkat," katanya lagi.

Di menambahkan pemerintah juga akan memetakan kawasan lain yang berpotensi mengalami banjir. Oleh sebab itu melalui koordinasi lintas instansi dan penataan aliran air, pihaknya berharap risiko banjir berulang di Kota Jayapura dapat dikurangi, terutama di kawasan permukiman dan pusat aktivitas masyarakat.

"Saya juga meminta agar dilakukan pemeriksaan terhadap bangunan yang berpotensi menghambat aliran sungai dan apabila ditemukan bangunan yang menghalangi proses normalisasi, pemerintah provinsi akan berkoordinasi dengan wali kota untuk menindaklanjuti," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...

IMF: PDB Vietnam akan Lampaui Indonesia Tahun Ini

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
IMF: PDB Vietnam akan Lampa...
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.