Mulai Schroders hingga Morgan Stanley, Mengapa Raksasa Keuangan Global Ingin Hengkang dari RI?
📅 Selasa, 20 Okt 2026, 00:15 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SDalam kasus Schroders, rencana penjualan unit Indonesia dikaitkan dengan upaya manajemen baru untuk memangkas bisnis yang dinilai kurang berkembang dan meningkatkan kinerja perusahaan. Sementara itu, Morgan Stanley secara eksplisit menyatakan akan tetap melayani klien global melalui mitra lokal setelah menghentikan bisnis broker domestiknya.
Namun, keputusan kedua perusahaan tersebut tetap relevan untuk mengevaluasi daya saing pasar modal Indonesia. Bagi perusahaan keuangan global, keberadaan pasar dengan jumlah investor besar saja belum tentu cukup untuk menjamin keberlanjutan bisnis.
Likuiditas perdagangan, potensi pertumbuhan aset, biaya operasional, kepastian regulasi, kualitas emiten, serta peluang memperoleh pendapatan menjadi sejumlah faktor yang dapat dipertimbangkan dalam menentukan alokasi sumber daya.
Di sisi lain, keputusan perusahaan induk untuk merampingkan bisnis pada tingkat global juga dapat memengaruhi operasional di Indonesia, terlepas dari perkembangan pasar domestik.
Karena itu, keluarnya atau berkurangnya aktivitas sejumlah perusahaan global tidak bisa langsung disimpulkan sebagai bukti bahwa pasar modal Indonesia kehilangan daya tarik. Diperlukan evaluasi lebih lanjut untuk membedakan keputusan yang didorong strategi internal perusahaan dengan keputusan yang berkaitan dengan kondisi pasar lokal.
Bagi regulator dan pelaku industri, perkembangan tersebut menjadi pengingat pentingnya memperkuat ekosistem pasar modal, mulai dari meningkatkan kualitas perusahaan tercatat, memperdalam likuiditas, memperbaiki keterbukaan informasi, hingga memperkuat perlindungan investor.
Pada akhirnya, tantangan Indonesia bukan hanya menarik perusahaan keuangan internasional untuk masuk, tetapi juga memastikan pasar domestik memiliki kondisi bisnis yang kompetitif agar mereka memiliki alasan kuat untuk bertahan dan mengembangkan usahanya dalam jangka panjang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!