Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dirawat Intensif akibat Luka Bakar Karhutla Bromo, Satu Lagi Relawan Meninggal - Total Lima Orang

9 Senin, 19 Okt 2026, 16:15 WIB | Oleh:
Dirawat Intensif akibat Luka Bakar Karhutla Bromo, Satu Lagi Relawan Meninggal - Total Lima Orang Dirawat Intensif akibat Luka Bakar Karhutla Bromo, Satu Lagi Relawan Meninggal - Total Lima Orang Doc: Istimewa
Ket. Meninggalnya Munawi menambah panjang daftar korban jiwa dalam insiden karhutla Bromo. Sebelumnya, empat orang dilaporkan meninggal dunia setelah terjebak kobaran api ketika berupaya memadamkan kebakaran pada Kamis, 15 Oktober 2026.

PROBOLINGGO — Korban meninggal dunia akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, kembali bertambah. Munawi, anggota Masyarakat Mitra Polhut (MMP) yang ikut membantu pemadaman kebakaran, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif.

Kabar duka tersebut disampaikan melalui akun resmi Balai Besar TNBTS. Dalam pernyataannya, pengelola kawasan konservasi itu menyampaikan belasungkawa atas kepergian Munawi, yang dinilai telah memberikan pengabdian dalam upaya menjaga kawasan taman nasional.

Meninggalnya Munawi menambah panjang daftar korban jiwa dalam insiden karhutla Bromo. Sebelumnya, empat orang dilaporkan meninggal dunia setelah terjebak kobaran api ketika berupaya memadamkan kebakaran pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Empat korban tersebut adalah Sukaris, petugas Balai Besar TNBTS berusia 55 tahun; Wisnu Yuda Pratama, 25 tahun; Sefriel Ardiansyah, 19 tahun; serta Hendra Rony Wagiyanata, petugas TNBTS yang meninggal setelah sempat mendapat perawatan di RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Sementara itu, Munawi merupakan bagian dari unsur masyarakat yang turut membantu penanganan kebakaran. Sebelum kabar meninggalnya Munawi diumumkan, ia termasuk korban luka bakar yang membutuhkan perawatan medis. Dengan perkembangan terbaru ini, jumlah korban meninggal dalam tragedi tersebut menjadi lima orang.

Kebakaran membesar akibat angin kencang

Peristiwa nahas itu terjadi di kawasan Pusung Lingker dan sekitar Mentigen, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Berdasarkan keterangan BPBD Probolinggo yang diberitakan ANTARA, titik api terpantau sejak pagi pada 15 Oktober. Personel gabungan dari TNBTS dan unsur relawan kemudian bergerak untuk melakukan pemadaman.

Sekitar pukul 13.30 WIB, api dilaporkan membesar seiring tiupan angin kencang. Asap pekat dan kobaran api yang bergerak cepat membuat sejumlah personel terjebak di lokasi.

Ketika tim lain berupaya menjangkau mereka, enam orang ditemukan menjadi korban. Tiga orang meninggal dunia di lokasi, sedangkan tiga lainnya mengalami luka bakar dan dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis.

Dalam perkembangan berikutnya, Hendra Rony Wagiyanata meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Tongas. Dua korban luka lainnya, Munawi dan Suraji, dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, untuk memperoleh penanganan lebih lanjut.

Kini, kabar meninggalnya Munawi kembali menyisakan duka bagi keluarga, rekan kerja, dan para personel yang terlibat dalam upaya pemadaman. Kejadian ini sekaligus menyoroti besarnya risiko yang dihadapi petugas dan relawan ketika menangani kebakaran di kawasan konservasi, terutama saat api meluas dengan cepat dan kondisi lapangan membahayakan keselamatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
Luar Negeri
Aksi Protes di Paris Bentrok
Olahraga
Brunson Bantu Knicks Tunduk...

Jangan Gagal Lagi di Kumamoto Masters

1.5 jam yang lalu | Sujar

Olahraga
Jangan Gagal Lagi di Kumamo...
Advertisement
Jakarta National Championship Pencak Silat 2026: Ajang Cetak Bibit Unggul Pesilat Muda

Jakarta National Championship Pencak Silat 2026: Ajang Cetak Bibit Unggul Pesilat Muda

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.