Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Api Kepung Habitat, 51 Orangutan Berhasil Dievakuasi

📅 Senin, 19 Okt 2026, 00:31 WIB | Oleh:
Api Kepung Habitat, 51 Orangutan Berhasil  Dievakuasi Doc: Istimewa
Ket. Proses penyelamatan dilakukan secara hati-hati. Setelah dibius, orangutan tersebut menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis sebelum dibawa ke pusat rehabilitasi.

JAKARTA — Kebakaran hutan yang melanda sejumlah wilayah Indonesia tak hanya memicu kabut asap lintas negara, tetapi juga mengancam kelangsungan hidup satwa liar. Sedikitnya 51 orangutan berhasil diselamatkan di Kalimantan Barat dalam periode 6 Agustus hingga 19 Oktober 2026, ketika api dan kerusakan habitat semakin mempersempit ruang hidup mereka.

Upaya penyelamatan tersebut dilakukan kelompok konservasi di tengah kebakaran yang berlangsung selama berbulan-bulan. Asap yang dihasilkan turut menurunkan kualitas udara dan mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah negara Asia Tenggara.

France 24 melaporkan, dampak kabut asap meluas hingga Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Timor-Leste. Polusi udara menyebabkan sekolah-sekolah ditutup di sejumlah wilayah, membatasi aktivitas luar ruangan, serta meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pernapasan pada manusia maupun satwa.

Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena kebakaran masih terjadi di sejumlah kawasan di Sumatra dan Kalimantan. Fenomena El Niño yang sangat kuat disebut turut memperburuk kekeringan dan menyulitkan upaya pemadaman.

Lembaga pemantau kualitas udara IQAir yang berbasis di Swiss bahkan menempatkan Singapura dan Kuala Lumpur di antara lima kota besar dengan tingkat polusi tertinggi di dunia pada Minggu sore.

Wakil Direktur Badan Lingkungan Nasional Singapura, Jason Evans Tan, mengatakan negaranya mengalami periode terpanjang dengan kualitas udara dalam kategori tidak sehat sejak krisis kabut asap 2015. Periode tersebut, menurut dia, telah berlangsung sejak 5 Oktober.

Habitat menyusut, orangutan terancam

Di Indonesia, kebakaran hutan menimbulkan ancaman serius bagi orangutan yang bergantung pada kawasan hutan untuk mencari makan, berlindung, dan berkembang biak.

Badan konservasi Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) menyatakan tim mereka telah mengevakuasi 51 orangutan dari sejumlah lokasi di provinsi tersebut selama periode 6 Agustus hingga 19 Oktober.

Sementara itu, data Kementerian Kehutanan yang dikutip dalam laporan tersebut mengindikasikan jumlah orangutan yang diselamatkan di Kalimantan dalam beberapa bulan terakhir berpotensi mencapai 96 ekor. Namun, angka itu masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang.

Ancaman serupa juga terjadi di Kalimantan Tengah. Pada Sabtu, tiga lembaga konservasi mengevakuasi seekor orangutan jantan berusia sekitar 20 tahun dari Desa Hampangen.

Proses penyelamatan dilakukan secara hati-hati. Setelah dibius, orangutan tersebut menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis sebelum dibawa ke pusat rehabilitasi.

Koordinator konservasi WWF Indonesia, Fenky Wirada, mengatakan timnya masih menemukan orangutan yang bertahan hidup di kawasan hutan yang tersisa.

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa sejumlah satwa masih berada di kantong-kantong hutan yang terisolasi dan berpotensi terpapar kebakaran. Kondisi ini membuat pemantauan serta penyelamatan satwa menjadi semakin mendesak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Festival Cilung Ajang Pembe...

Upaya-upaya Polisi Menekan Peredaran Narkoba di Bekasi

24 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Upaya-upaya Polisi Menekan ...
Luar Negeri
Trump Kaji Dampak Sanksi Ru...
Nasional
RI Dorong Perlindungan Anak...
Nasional
Daya Beli Melemah, Pinjol K...
Rona
Tahu Rencana Ayu Ting Ting ...

Api Kepung Habitat, 51 Orangutan Berhasil Dievakuasi

54 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Nasional
Api Kepung Habitat, 51 Oran...
Advertisement
Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.