Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mulai Schroders hingga Morgan Stanley, Mengapa Raksasa Keuangan Global Ingin Hengkang dari RI?

📅 Selasa, 20 Okt 2026, 00:15 WIB | Oleh:

Salah satu tantangan yang dihadapi manajer investasi aktif seperti Schroders adalah persaingan dengan pengelola investasi pasif dan penyedia strategi investasi alternatif dalam menarik aliran dana baru secara global. Sejumlah pasar Asia juga dinilai belum sepenuhnya mewujudkan potensi pertumbuhan aset yang berkelanjutan.

Meski demikian, pencarian pembeli tidak serta-merta berarti seluruh investasi yang dikelola Schroders akan meninggalkan Indonesia. Penjualan unit bisnis dapat melibatkan pengalihan kepemilikan perusahaan maupun pengelolaan aset kepada pihak lain.

Morgan Stanley lebih dahulu menghentikan bisnis perdagangan saham domestik

Sebelum kabar mengenai Schroders mencuat, Morgan Stanley telah mengambil langkah untuk menghentikan aktivitas perantara perdagangan saham domestiknya di Indonesia pada 2021.

Dalam laporan yang diberitakan Business Recorder pada Mei 2021, bank investasi asal Amerika Serikat tersebut menyatakan bermaksud menghentikan aktivitas broker-dealer domestiknya di Indonesia.

Meski demikian, Morgan Stanley menegaskan tetap berkomitmen terhadap Indonesia dan akan terus menyediakan akses ke pasar saham bagi klien global melalui kerja sama dengan mitra perusahaan sekuritas lokal.

Sumber yang mengetahui keputusan tersebut mengatakan bahwa langkah itu berdampak terhadap sekitar 10 posisi pekerjaan. Fungsi penjualan, perdagangan, dan riset selanjutnya akan dijalankan dari Singapura, yang menjadi pusat operasional Morgan Stanley di Asia Tenggara.

Bisnis perdagangan saham domestik Morgan Stanley di Indonesia sendiri baru dibuka pada 2012. Sebelumnya, pada November 2011, CEO Morgan Stanley saat itu, James Gorman, telah menyatakan bahwa pengembangan bisnis perusahaan di Indonesia merupakan prioritas dan komitmen strategis yang penting.

Keputusan untuk menghentikan aktivitas broker domestik tersebut tidak berarti seluruh layanan Morgan Stanley di Indonesia dihentikan.

Perusahaan menyatakan cakupan riset saham akan diberikan dari luar negeri, yakni Singapura. Sementara itu, PT Morgan Stanley Sekuritas Indonesia tetap melayani klien perbankan investasi di dalam negeri.

Dengan demikian, langkah Morgan Stanley lebih tepat dipahami sebagai penghentian lini bisnis perdagangan saham melalui unit domestik, bukan penarikan seluruh kegiatan perusahaan dari Indonesia.

Restrukturisasi global dan tantangan pasar domestik

Kasus Schroders dan Morgan Stanley memperlihatkan bahwa keputusan perusahaan keuangan global untuk mengurangi aktivitas di Indonesia tidak selalu memiliki penyebab yang sama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Olahraga
PSG Incar Celah Pertahanan ...

Lumayan, Transportasi Jakarta Terbaik Nomor 15

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Lumayan, Transportasi Jakar...
Megapolitan
Pasar Tengah Buruk, Pemprov...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.