PWI Gelorakan Semangat Berjejaring Organisasi Pers Global South di Belt and Road Journalists Forum 2026
📅 Minggu, 18 Okt 2026, 09:34 WIB | Oleh: Tim PenulisNANJING - Ketimpangan pemberitaan global yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir sangat mungkin diatasi oleh para insan pers Global South dengan berjejaring berkelanjutan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi.
Demikian disampaikan Wakil Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI Pusat), Aldi Gultom, saat menyampaikan pandangannya dalam 'Seminar on Global South Media Exchange and Cooperation Joint Voice: Elevating the Discourse Power of the Global South' di Nanjing International Youth Convention Hotel, di Nanjing, Provinsi Jiangsu, Tiongkok, Jumat (16/10/2026) sore.
Seminar ini adalah bagian dari rangkaian Belt and Road Journalists Forum 2026 yang melibatkan sekitar 200 wartawan internasional dari semua benua. Beberapa seminar dengan isu-isu spesifik seperti kerja sama ekonomi di tengah perubahan dunia, aplikasi kecerdasan buatan (AI) seiring transformasi media, serta kerja-kerja cek fakta, berjalan paralel sepanjang rangkaian forum yang berlangsung selama sepekan.
Menurut Aldi Gultom, sampai sekarang sebagian wilayah di dunia hanya menjadi objek arus informasi global, baik karena pilihan mereka sendiri maupun karena keadaan. Negara-negara Global South di Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Oseania lebih sering diposisikan sebagai pengamat pasif walau mereka memiliki pengalaman khas dalam membangun dan memajukan kehidupan dan memiliki pelajaran berharga yang dapat dibagikan kepada negara lain.
Kini, seiring modernisasi negara-negara berkembang dan kian luasnya penggunaan teknologi digital, dia meyakini bahwa para jurnalis Global South akan semakin mudah untuk terhubung, menceritakan kisah mereka dan membagikannya kepada dunia. Peliputan bersama, berbagi konten, dan bekerja sama untuk memperkuat suara Global South sangat mungkin dilakukan. Namun, semua itu membutuhkan kesadaran bersama, solidaritas, dan kepemimpinan.
Organisasi-organisasi pers dari negara Global South bisa memulai, misalnya, dengan pelatihan digital dan pemahaman tentang teknologi informasi yang dapat membantu mengubah keadaan. Dengan begitu, jurnalis dari negara-negara Global South memiliki peluang lebih besar untuk bekerja lintas negara, bertukar bahan liputan, bahkan melakukan peliputan bersama, dan mendistribusikan konten secara langsung kepada masyarakat.
"Kemampuan bercerita adalah kekuatan kita. Sekarang saatnya memperkuat kemampuan bernarasi dengan penguasaan teknologi informasi. Pertanyaannya, apakah organisasi-organisasi pers dari negara-negara Global South bersedia mengambil peran?" katanya.
Belt and Road Journalists Forum 2026 yang berjalan hanya beberapa hari di Nanjing mungkin tak bisa menuntaskan semua tantangan terkait aspek teknis untuk mewujudkan kerja sama besar itu.
"Namun, setidaknya, kita pulang dari forum ini dengan komitmen bersama untuk membangun jaringan, bekerja sama, dan belajar menceritakan kisah kita sendiri dengan suara dan cara pandang kita sendiri," kata dia.
Dalam refleksinya berdasarkan pengalaman mengikuti rangkaian Belt and Road Journalists Forum yang diisi tur ke beberapa destinasi budaya di Provinsi Jiangsu, Aldi mengatakan, tradisi bercerita yang kaya serta budaya yang kuat dalam mendokumentasikan dan menuturkan sejarah sendiri adalah pelajaran penting dari bangsa Tiongkok.
"Ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari China untuk memperkuat kemampuan kita dalam bercerita, sekaligus memastikan bahwa suara dan kisah kita sendiri dapat didengar oleh dunia," katanya.
Terkait itu, Zhang Yun, profesor di Sekolah Hubungan Internasional Universitas Nanjing, yang turut hadir sebagai pakar dalam seminar tersebut, memberikan tanggapan. Dia menegaskan bahwa mispersepsi adalah salah satu masalah kunci yang harus diperhatikan para jurnalis Global South dalam kerja-kerja jurnalistik.
Zhang Yun juga mengingatkan bahwa kehadiran para jurnalis Global South di Nanjing tidak lepas dari semangat Konferensi Asia-Afrika di Bandung, tahun 1955. Dia berharap 'Semangat Bandung' menginspirasi lahirnya 'Semangat Nanjing' yang mendorong jurnalis negara-negara berkembang untuk merepresentasikan bangsanya sendiri dalam arus pemberitaan global.
Forum Jurnalis Belt and Road merupakan kegiatan utama dari Belt and Road Journalists Network (BRJN).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!