Kerusuhan Meletus di Prancis, 1.200 Orang Ditangkap, 150 Polisi Terluka
📅 Minggu, 18 Okt 2026, 09:54 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: AFP
PARIS - Kekerasan meletus di seluruh Prancis pada hari Sabtu (17/10) ketika ratusan ribu orang turun ke jalan untuk memprotes biaya hidup yang lebih tinggi dan kondisi yang memburuk di sekolah-sekolah dan layanan publik lainnya.
Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu mengatakan 1.200 orang ditangkap dan 150 polisi terluka.
"Sungguh keajaiban jumlah korban jiwa tidak lebih tinggi," katanya saat mengunjungi petugas yang ditempatkan di pusat kota Paris setelah seharian terjadi bentrokan dan penjarahan.
BBC melaporkan, di Paris terjadi bentrokan besar hingga malam hari dengan polisi anti huru hara, yang menggunakan gas air mata dan meriam air terhadap kerumunan massa.
Bangunan-bangunan dibakar di ibu kota dan daerah lain, termasuk di Limoges di mana kebakaran besar di balai kota menyebabkan sebagian atapnya runtuh.
Penjarahan terjadi di beberapa kota, dengan perusakan meluas yang menargetkan balai kota dan bisnis juga dilaporkan.
Aksi utama tampak sebagian besar berlangsung damai pada siang hari. Sekelompok anak muda mengatakan kepada BBC bahwa mereka adalah "pasifis" yang "hanya mencoba membuat perubahan, tetapi tidak ada yang berhasil".
Polisi anti huru hara terlihat menyerbu kerumunan orang di pusat kota Paris dan memukuli beberapa orang dengan pentungan.
Di Lyon, Walikota Grégory Doucet mengatakan bahwa kebakaran kantor pariwisata kota itu adalah "sebuah tragedi" bagi kota tersebut, dan mengatakan kepada BFMTV, "ini sangat menyayat hati kami karena ini adalah bangunan bersejarah yang sangat ikonik dan terkenal".
Polisi setempat mengatakan, "individu-individu yang bermusuhan" mencegah petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan api dengan aman.
Petugas pemadam kebakaran juga berjuang memadamkan api di balai kota Limoges, yang menurut prefektur setempat menyebabkan sebagian bangunan runtuh.
Seorang pemuda "kehilangan tangannya akibat ledakan granat" di Saint-Étienne, kata Wali Kota kota di tenggara itu, Régis Juanico, di media sosial. "Tragedi seperti ini seharusnya tidak pernah terjadi."
Kementerian dalam negeri mengatakan aksi protes tersebut melibatkan "tindakan kekerasan yang ditargetkan" dari "individu bertopeng" di beberapa tempat, termasuk sebagian ibu kota dan juga Marseille, Rennes, Toulouse, dan Angers.
Kerusakan bangunan dilaporkan terjadi di seluruh Prancis, termasuk di Grenoble, Avignon, Pau, Montpellier, dan Valence.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!