Gandeng ICT Watch dan Keluarga Kita, WhatsApp Gelar Edukasi Digital di Tiga Kota
📅 Minggu, 18 Okt 2026, 17:10 WIB | Oleh: Haryo BronoUntuk mendukung pelaksanaan program, Meta, WhatsApp, ICT Watch, Keluarga Kita, dan KOMDIGI mengembangkan parental learning kit yang terdiri atas modul pembelajaran, buku saku, video edukasi, serta dua permainan edukatif.
Materi tersebut membahas empat persoalan yang kerap menjadi perhatian orang tua dalam mendampingi anak di ruang digital, yakni interaksi, konten, kecanduan, dan kesehatan mental.
Program ini juga mencakup pelatihan bagi para pelatih atau Training of Trainers (ToT). Para peserta yang telah mendapatkan pembekalan diharapkan dapat menyebarluaskan pengetahuan kepada orang tua lain di komunitas masing-masing.
Selain itu, pendampingan lanjutan akan dilakukan oleh Parent Champions, yaitu orang tua yang berperan sebagai penggerak edukasi di komunitas. Melalui pendekatan ini, penyebaran pengetahuan tidak hanya bergantung pada pelatihan terpusat, tetapi juga pada keterlibatan keluarga dan komunitas lokal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Direktur Eksekutif ICT Watch Indriyatno Banyumurti mengatakan, fitur keamanan digital akan lebih efektif jika orang tua memahami cara menggunakannya dan mampu membangun komunikasi yang baik dengan anak.
“Kami telah bekerja di bidang literasi digital di Indonesia selama lebih dari dua dekade, dan pola yang kami temukan selalu konsisten: fitur keamanan hanya dapat melindungi remaja ketika orang dewasa mengetahui cara menggunakannya disertai komunikasi yang baik dengan anak,” kata Indriyatno.
Ia menjelaskan, materi pelatihan disusun dengan pendekatan praktis. Dengan demikian, orang tua tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai pengaturan keamanan, tetapi juga berlatih menerapkannya serta mempelajari cara membangun komunikasi terbuka dengan anak.
Menurut Indriyatno, perlindungan anak di ruang digital membutuhkan kerja sama antara regulator, penyedia platform, keluarga, dan berbagai pihak terkait agar edukasi dapat menjangkau lebih banyak orang tua dan pengasuh.
Pemerintah Dorong Literasi Digital Keluarga
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan perlindungan anak di ruang digital membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, bukan hanya pemenuhan kewajiban oleh penyedia platform.
Ia menyebut pemerintah mendorong upaya perlindungan tersebut melalui Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).
Menurut Nezar, anak perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, memverifikasi informasi, menjaga data pribadi, serta menggunakan teknologi secara bijak dan beretika, terutama di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI).
“Orang tua perlu menjadi teman berdiskusi, bukan hanya pengawas, agar anak nyaman bercerita ketika menghadapi masalah di ruang digital,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!