Asap Karhutla Menjauh, Pemprov DKI Tetap Lakukan Water Mist dan OMC
📅 Minggu, 18 Okt 2026, 17:50 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Pemprov DKI Jakarta
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta tetap menyiapkan penyemprotan water mist atau kabut air dan modifikasi cuaca untuk mengendalikan polusi udara, meski asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Kalimantan mulai menjauh dari wilayah Jabodetabek. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan angin sudah tidak mengarah ke Pulau Jawa sehingga sebaran asap berpotensi berkurang.
"Semalam juga saya mendengar dari BMKG bahwa angin sudah tidak bertiup ke Jawa. Ini mengindikasikan akan terjadinya penurunan. Cuma mungkin satu, kita akan melakukan water mist lagi," ujar Rano saat ditemui di Hotel Pullman, Jakarta, Minggu (18/10/2026).
Saat ini, sudah terdapat 179 perangkat water mist yang terpasang di 145 gedung di Jakarta. Rano menegaskan, penyemprotan kabut air merupakan salah satu upaya untuk meredam polusi udara, tetapi bukan satu-satunya langkah yang dilakukan Pemprov DKI.
"Itu salah satu, bukan satu-satunya cara, minimal bisa meredam kabut polusi segala macam. Dan kita tetap melakukan modifikasi cuaca," ucapnya.
Rano berharap kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan segera padam. Ia menyebut hujan mulai turun di sejumlah daerah, termasuk Palangkaraya, Kalimantan Tengah, sehingga diharapkan dapat membantu mengatasi kebakaran.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat menghadiri Pawai Budaya Karnaval Sarendo-Rendo di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rano juga mengajak peserta mendoakan agar kebakaran segera berakhir dan masyarakat yang terdampak diberikan kesembuhan.
"Itu mudah-mudahan hari ini setelah kita berdoa, mudah-mudahan bisa segera selesai lah kebakaran hutan dan lahan ini," tuturnya.
Sebelumnya, BMKG mendeteksi asap karhutla dari Kalimantan mencapai atmosfer Jakarta pada Jumat (16/10/2026) pagi. Berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9 pada pukul 08.00 WIB, sebaran asap terpantau di sebagian wilayah Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, tetapi belum terindikasi mencapai permukaan tanah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada hari yang sama, BMKG melaporkan sebaran asap mulai menjauhi wilayah Jawa bagian barat, termasuk Jabodetabek. Meski demikian, sisa asap masih terdeteksi di pesisir barat Banten pada ketinggian sekitar 10.000–18.000 kaki atau 3–5,4 kilometer dan bergerak menjauh secara bertahap.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!