Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gandeng ICT Watch dan Keluarga Kita, WhatsApp Gelar Edukasi Digital di Tiga Kota

8 Minggu, 18 Okt 2026, 17:10 WIB | Oleh:
Gandeng ICT Watch dan Keluarga Kita, WhatsApp Gelar Edukasi Digital di Tiga Kota Gandeng ICT Watch dan Keluarga Kita, WhatsApp Gelar Edukasi Digital di Tiga Kota Doc: WhatApp
Ket. Victoria Grand, VP Business Operations and External Affairs WhatsApp dalam peluncuran program Kelas Pengasuhan Digital di Jakarta pada hari Jumat (16/10/2026). WhatsApp bersama ICT Watch, Keluarga Kita, dan KOMDIGI menggelar Kelas Pengasuhan Digital di Jakarta, Padang, dan Cirebon untuk memperkuat literasi digital orang tua.

JAKARTA — WhatsApp meluncurkan program Kelas Pengasuhan Digital selama tiga bulan di Jakarta, Padang, dan Cirebon untuk membantu orang tua mendampingi remaja dalam menggunakan teknologi digital. Program yang berlangsung pada Oktober hingga Desember 2026 ini digelar bersama ICT Watch dan Keluarga Kita, dengan dukungan Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI).

Program tersebut sekaligus memperkenalkan fitur kontrol orang tua opsional terbaru di WhatsApp. Fitur ini memungkinkan orang tua mengelola sejumlah pengaturan penggunaan aplikasi oleh remaja tanpa harus mengakses atau membaca percakapan pribadi mereka.

Peluncuran program dimulai di Jakarta pada 16 Oktober 2026 dengan melibatkan 100 orang tua. Selanjutnya, pelatihan akan diperluas melalui penggerak komunitas lokal di Padang dan Cirebon. Secara keseluruhan, program ini menargetkan dapat menjangkau 2.100 orang tua melalui kegiatan pelatihan langsung di tiga kota tersebut.

Selain pelatihan, materi edukasi keamanan digital dalam bentuk parental learning kit akan disebarkan melalui kanal komunitas mitra. Melalui distribusi materi tersebut, inisiatif ini ditargetkan menjangkau sekitar 179.000 orang tua hingga Desember 2026.

Wakil Presiden Business Operations and External Affairs WhatsApp Victoria Grand mengatakan, orang tua membutuhkan cara untuk mendampingi aktivitas digital anak remaja tanpa menghilangkan privasi mereka.

“Orang tua menyampaikan kepada kami bahwa mereka ingin tetap dekat dengan anak remajanya tanpa menghilangkan hak privasi mereka. Fitur kontrol ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” ujar Victoria melalui siaran pers pada hari Jumat (16/10/2026).

Menurutnya, pengenalan fitur perlu disertai edukasi agar orang tua memahami cara menggunakannya. Karena itu, WhatsApp menggabungkan peluncuran fitur dengan program pelatihan bersama mitra yang memiliki pengalaman dalam mendampingi keluarga di Indonesia.

Fitur Kontrol Orang Tua Tetap Menjaga Privasi

Fitur kontrol orang tua yang diperkenalkan WhatsApp memungkinkan keluarga mengelola sejumlah pengaturan akun remaja sesuai kebutuhan. Pengaturan tersebut mencakup privasi, termasuk menentukan siapa yang dapat menambahkan remaja ke dalam grup, serta notifikasi aktivitas grup dan Saluran WhatsApp yang diikuti.

Orang tua juga dapat mengatur Saluran yang boleh diikuti remaja, menentukan apakah remaja dapat membuat Saluran sendiri, serta mengelola pengaturan visibilitas Status. Selain itu, tersedia pengaturan untuk membatasi interaksi remaja dengan Meta AI.

Fitur ini bersifat opsional dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap keluarga. Pendekatan tersebut dimaksudkan untuk membantu orang tua memberikan pendampingan tanpa sepenuhnya mengambil alih ruang pribadi remaja dalam berkomunikasi.

WhatsApp juga menegaskan bahwa pesan pribadi di platform tersebut secara default dilindungi enkripsi end-to-end. Dengan sistem ini, isi pesan hanya dapat dibaca oleh pengirim dan penerima, bukan oleh WhatsApp.

Melalui fitur kontrol orang tua dan edukasi digital, perusahaan berupaya mendorong keseimbangan antara perlindungan remaja dan penghormatan terhadap privasi mereka.

Materi Edukasi Membahas Empat Isu Digital

Untuk mendukung pelaksanaan program, Meta, WhatsApp, ICT Watch, Keluarga Kita, dan KOMDIGI mengembangkan parental learning kit yang terdiri atas modul pembelajaran, buku saku, video edukasi, serta dua permainan edukatif.

Materi tersebut membahas empat persoalan yang kerap menjadi perhatian orang tua dalam mendampingi anak di ruang digital, yakni interaksi, konten, kecanduan, dan kesehatan mental.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
Olahraga
Peluang Besar bagi Bezzecch...
Advertisement
Luar Biasa Seru, Persija Tundukkan Persebaya 1-0, Gol Menit 89   

Luar Biasa Seru, Persija Tundukkan Persebaya 1-0, Gol Menit 89  

07 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.