Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wagub Rano Karno Siapkan Acara Khusus Raja dan Sultan Nusantara di HUT ke-500 Jakarta

📅 Minggu, 18 Okt 2026, 17:40 WIB | Oleh:
Wagub Rano Karno Siapkan Acara Khusus Raja dan Sultan Nusantara di HUT ke-500 Jakarta Doc: Pemprov DKI Jakarta
Ket. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menggelar acara khusus bagi para raja dan sultan dari seluruh Nusantara dalam rangka perayaan 500 tahun Jakarta pada 2027. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, undangan tersebut terbuka bagi para raja dan sultan yang ingin berkunjung ke Ibu Kota untuk merayakan momentum lima abad Jakarta.

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menggelar acara khusus bagi para raja dan sultan dari seluruh Nusantara dalam rangka perayaan 500 tahun Jakarta pada 2027. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, undangan tersebut terbuka bagi para raja dan sultan yang ingin berkunjung ke Ibu Kota untuk merayakan momentum lima abad Jakarta.

“Kita mengundang kepada para sultan dan raja-raja seluruh Nusantara, kalau tahun depan dalam rangka 5 abad atau 500 tahun Jakarta mau berkunjung ke Jakarta, kita akan membuatkan event khusus untuk itu,” ujar Rano saat ditemui di Hotel Pullman, Jakarta, Minggu (18/10/2026).

Rencana tersebut disampaikan Rano di sela Pawai Budaya Karnaval Sarendo-Rendo yang digelar untuk menyambut Hari Kebudayaan Nasional pada 17–18 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkenalkan dan merawat keberagaman budaya yang berkembang di Ibu Kota.

Rano menegaskan, identitas budaya Jakarta tidak hanya berasal dari masyarakat Betawi, tetapi juga terbentuk dari beragam tradisi yang dibawa masyarakat dari berbagai daerah. Budaya Jawa, Bugis, Ambon, Bali, hingga Tionghoa turut menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jakarta.

“Hari ini yang khususnya luar biasa. Kita kedatangan para sultan dan para raja se-Nusantara yang kebetulan sedang musyawarah di Jakarta. Kita undang datang ke HI untuk melihat bagaimana kita membuat atau kita membangun kebudayaan yang ada di Jakarta. Karena kita sadar Jakarta ini bukan hanya Betawi,” ungkapnya.

Menurut Rano, keberagaman tersebut perlu terus ditampilkan melalui kegiatan kebudayaan yang melibatkan masyarakat dan komunitas seni. Salah satu upaya yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta adalah menyelenggarakan program Jakarta Penuh Warna setiap dua bulan sekali untuk memberikan ruang bagi berbagai kelompok budaya menampilkan kesenian dan tradisi mereka.

Ia menilai pengembangan kebudayaan menjadi salah satu aspek penting dalam upaya menjadikan Jakarta sebagai kota global. Rano merujuk Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta yang menetapkan arah pembangunan Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional sekaligus kota global.

Menurutnya, kekayaan budaya yang dimiliki Jakarta dapat menjadi modal untuk mendukung tujuan tersebut. Keberadaan beragam tradisi dan komunitas budaya dinilai perlu diangkat agar semakin dikenal masyarakat luas.

“Kebudayaan yang harus kita angkat minimal 30 persen. Nah Jakarta dengan kekayaan yang begitu luar biasa, tempat berkumpulnya budaya, kita tinggal mengangkat saja,” kata Rano.

Selain memperkuat identitas budaya, Rano menilai penyelenggaraan acara kebudayaan juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi Jakarta. Aktivitas yang menghadirkan pengunjung ke sejumlah kawasan, termasuk sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI), dinilai dapat mendorong kegiatan usaha dan sektor pariwisata.

Ia mencontohkan peningkatan tingkat keterisian hotel di kawasan tersebut yang menurutnya terjadi seiring penyelenggaraan berbagai kegiatan Pemprov DKI Jakarta. Rano menyebut tingkat okupansi hotel yang sebelumnya sekitar 40 persen kini mencapai 80–90 persen.

“Setiap kegiatan yang kita lakukan di sekitar HI sejak tahun lalu kita bikin ulang tahun Jakarta, boleh dikatakan fiskal Jakarta di sekitar sini meningkat. Dulu okupansi hotel di sini mungkin 40 persen, tapi sekarang ini sudah mencapai 80-90 persen. Nah, itu mengindikasikan kebudayaan bisa menjalin segala macam,” tuturnya.

Melalui rencana acara khusus bagi para raja dan sultan Nusantara pada 2027, Pemprov DKI Jakarta berharap perayaan 500 tahun Jakarta dapat menjadi momentum mempererat hubungan budaya antardaerah. Kegiatan tersebut juga diharapkan memperkuat posisi Jakarta sebagai ruang pertemuan berbagai tradisi sekaligus mendorong perkembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Prancis Bosah-baseh, Apple, Louis Vuitton, Hermes, dan Rolex Dijarah

Prancis Bosah-baseh, Apple, Louis Vuitton, Hermes, dan Rolex Dijarah

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.