Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wali Kota Bandung Tinjau Tiga Titik Rawan Banjir di Cibiru

📅 Minggu, 18 Okt 2026, 14:30 WIB | Oleh:
Wali Kota Bandung Tinjau Tiga Titik Rawan Banjir di Cibiru Doc: Humas Kota Bandung

BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meninjau tiga titik rawan banjir di Kecamatan Cibiru, Jumat, 16 Oktober 2026. Peninjauan di Kelurahan Palasari, Cipadung, dan Pasir Biru dilakukan untuk melihat kondisi saluran air sekaligus mengidentifikasi langkah penanganan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

Tiga lokasi yang menjadi perhatian meliputi kawasan pangkalan ojek di Jalan A.H. Nasution dan Jalan Cilengkrang II, Kelurahan Palasari; sodetan banjir di Jalan AH Nasution RW 02, Kelurahan Cipadung; serta saluran drainase di RW 02 dan RW 03, Kelurahan Pasir Biru, yang tidak berfungsi optimal.

Peninjauan ini menindaklanjuti aspirasi warga yang disampaikan dalam kegiatan Siskamling Siaga Bencana di ketiga kelurahan pada 14–15 Oktober 2026.

Di Kelurahan Palasari, Wali Kota Farhan menyoroti persoalan banjir di sekitar pangkalan ojek Jalan AH Nasution dan Jalan Cilengkrang II. Penanganannya memerlukan kajian lebih lanjut bersama bidang yang menangani daya rusak air agar solusi yang diterapkan sesuai dengan kondisi lapangan.

Selain persoalan aliran air, Wali Kota Farhan juga meminta agar kawasan pangkalan ojek ditata dan diperbaiki sehingga lebih tertib serta nyaman bagi masyarakat.

Sementara itu, di Kelurahan Cipadung, peninjauan difokuskan pada sodetan banjir di Jalan AH Nasution RW 02. Warga menyampaikan bahwa banjir di kawasan ini telah berlangsung sejak 2016 dan mengusulkan agar sodetan yang mengarah ke wilayah Panyileukan dapat ditindaklanjuti.

Dalam pemeriksaan lapangan, Wali Kota Farhan bersama jajaran terkait mencermati kondisi saluran, elevasi atau ketinggian lahan, serta posisi fondasi dan konstruksi di sekitar jalur aliran air.

Aspek teknis tersebut perlu diperhitungkan untuk menentukan arah aliran dan kemungkinan rekayasa saluran. Penanganan tidak cukup hanya dengan membuka atau membangun saluran baru, tetapi juga harus memastikan air dapat mengalir dengan baik tanpa menimbulkan persoalan di wilayah lain.

Hasil pemeriksaan akan menjadi bahan kajian untuk menentukan solusi teknis yang memungkinkan, termasuk kebutuhan konstruksi pendukung apabila diperlukan.

Adapun di Kelurahan Pasir Biru, Farhan menyoroti drainase di RW 02 dan RW 03 yang tidak berfungsi optimal. Normalisasi diperlukan agar aliran air kembali berjalan dengan baik.

Wali Kota Farhan menjelaskan bahwa pekerjaan normalisasi kemungkinan membutuhkan penggalian di sejumlah bagian, termasuk area yang berdekatan dengan bangunan. Karena itu, pelaksanaannya perlu memperhatikan kondisi lingkungan serta dampaknya terhadap aktivitas warga.

“Ini bakal banyak galian. Ini bakal kena bangunan juga. Ini bakal digali dulu sambil saya menyusun anggaran tahun depan untuk normalisasi,” ujar Wali Kota Farhan saat meninjau lokasi.

Ia menyampaikan bahwa penanganan akan disiapkan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan teknis dan ketersediaan anggaran. Persiapan ini diperlukan agar pekerjaan normalisasi dapat dilaksanakan secara terarah dan mendukung upaya pengurangan genangan.

Persoalan banjir di Palasari, Cipadung, dan Pasir Biru memiliki karakteristik berbeda sehingga membutuhkan penanganan sesuai kondisi masing-masing wilayah. Melalui peninjauan langsung, Pemkot Bandung mengidentifikasi kebutuhan teknis sebagai dasar untuk menentukan langkah penanganan berikutnya. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Luar Negeri
Irak Kembali Buka Jalur Uda...

WN Malaysia Diminta Tunda Traveling ke Prancis di Tengah Demonstrasi

25 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
WN Malaysia Diminta Tunda T...
Nasional
Bank Indonesia Dukung Penge...
Daerah
Pawai Budaya Hari Jadi Kota...
Advertisement
Apple, Louis Vuitton, Hermes, dan Rolex Dijarah. Prancis di Ambang Kehancuran?

Apple, Louis Vuitton, Hermes, dan Rolex Dijarah. Prancis di Ambang Kehancuran?

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.