Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wali Kota Bandung Tegaskan ASN Harus Menjaga Standar Etika Tinggi

📅 Minggu, 18 Okt 2026, 14:35 WIB | Oleh:
Wali Kota Bandung Tegaskan ASN Harus Menjaga Standar Etika Tinggi Doc: Humas Kota Bandung

BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Bandung menjaga standar etika yang tinggi dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Wali Kota Farhan menanggapi adanya informasi mengenai pemberhentian ASN yang diduga melakukan pelanggaran susila dan etika.

Wali Kota Farhan mengatakan, secara berkala dirinya mendapatkan laporan mengenai berbagai pelanggaran yang dilakukan ASN di lingkungan Pemkot Bandung. Setiap pelanggaran terlebih dahulu melalui proses pembinaan sebelum pemerintah mengambil langkah lebih lanjut.

“Secara periodik saya sebagai wali kota selalu mendapatkan update tentang pelanggaran-pelanggaran susila dan pelanggaran etika yang dilakukan oleh ASN Kota Bandung,” ujar Wali Kota Farhan pada Kamis (15/10) lalu.

Menurut dia, pemberhentian bukanlah langkah yang langsung dilakukan ketika seorang ASN melakukan pelanggaran. Pemerintah terlebih dahulu memberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan, pembinaan, maupun rehabilitasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Proses pemberhentian itu tidak ditemukan sekali langsung sikat, itu enggak. Tapi memang mesti ada perbaikan,” kata dia.

Namun, apabila setelah mendapatkan pembinaan dan kesempatan untuk memperbaiki diri pelanggaran kembali terjadi, pemerintah dapat mengambil tindakan tegas sesuai aturan. Wali Kota Farhan menyebut, terdapat sejumlah kasus serupa yang telah berujung pada pemberhentian ASN.

Ia menyatakan, keputusan tersebut diambil setelah proses pembinaan dan kesempatan perbaikan telah diberikan.

“Kalau ternyata terjadilah lagi pengulangan, ya toleransi sudah tidak ada lagi, maka diberhentikan,” ujar dia.

Wali Kota Farhan mengingatkan, ASN tetap merupakan manusia yang tidak lepas dari kekurangan. Namun, posisi ASN sebagai pejabat publik membuat mereka memiliki tanggung jawab moral dan etika yang lebih besar karena perilakunya menjadi perhatian masyarakat.

“Kepada seluruh ASN, bagaimanapun juga ASN ini bukan malaikat, manusia juga. Tentu ada kekurangan. Namun bagaimanapun juga ASN ini adalah pejabat publik yang diperhatikan oleh masyarakat sehingga harus memiliki standar etika yang lebih tinggi dari rata-rata,” tutur dia.

Ia berharap, seluruh ASN Pemkot Bandung dapat menjadikan etika dan integritas sebagai bagian penting dalam menjalankan tugas, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tetap terjaga.

“ASN memiliki standar etika yang tinggi untuk kebaikan bersama,” kata dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak

WN Malaysia Diminta Tunda Traveling ke Prancis di Tengah Demonstrasi

23 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
WN Malaysia Diminta Tunda T...
Nasional
Bank Indonesia Dukung Penge...
Daerah
Pawai Budaya Hari Jadi Kota...
Advertisement
Apple, Louis Vuitton, Hermes, dan Rolex Dijarah. Prancis di Ambang Kehancuran?

Apple, Louis Vuitton, Hermes, dan Rolex Dijarah. Prancis di Ambang Kehancuran?

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.